PARENTING : CARA BIJAK PILIH JURUSAN

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

 STRATEGI MEMILIH JURUSAN SMA (IPA ATAU IPS)

Menjelang naik kelas dua SMA atau naik kelas sebelas SMA, biasanya para siswa dan orangtua bingung menetapkan jurusan apa yang harus dipilih oleh anak-anaknya. Pertama, Pertimbangan Akademik. Dari aspek akademik pilihlah jurusan yng sesuai dengn nilai yang paling tinggi dari yang dimiliki. Jika tinggi nilai IPA maka masuklah pada jurusan IPA, jika nilainya tinggi di IPS maka masuklah pada jurusan IPS. Tetapi jika nilainya sama baiknya antara nilai IPA dan nilai IPS nya, maka disarankn masuk ke jurusan IPA saja, karena pelajaran matematika dan pelajaran bahasa inggrisnya biasanya (mohon maaf) kuat di kelas anak-anak IPA. Kemudian anak-anak jurusan IPA bisa mendaftar kuliah di jurusan IPA atau di jurusan IPS bahkan bisa masuk keompok ujian seleksi jurusan IPC. Kedua, Pertimbangan Keberbakatan. Pilihlah jurusan IPA atau IPS sesuai dengan bakat yang dimiliki. Pendidikan bagian dari upaya mengembangkan potensi diri seseorang. Bakat adalah suatu potensi yang dimiliki oleh seseorang yang dibawa sejak lahir. Mengembangkan bakat yang menonjol itu relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan mengembangkan bakat yang lemah. Untuk mengetahui bakat apa yang kita miliki, ada tiga cara penelusuran dan pengenalan bakat seseorang, yaitu a) Melalui cara eksplorasi atau pengalaman sehari-hari. Setiap anak dikenali pengalaman unik dan menariknya, setiap anak diberikan sebanyak mungkin pengalaman berupa beraneka macam les atau kursus sebagai suatu stimulasi, manakah yang paling optimal, maka itulah hal yang patut diduga sebagai bakat. b)  Melalui cara observasi, yaitu melalui pertanyaan-pertanyaan, dan menjawab soal-soal tertulis, melalui alat ukut psikometri yang diberi skoring dengan cara-cara tertentu. c) Melalui cara deteksi, dengan cara ini tes bakat dilakukan melalui teknologi terkini (biometric dan biopsikologi) yang dilakukan dengan programa dan statistika komputer melalui media sepuluh sidik jari tangan kita. Kita bisa melakukan dengan cara ketiganya sekaligus atau memlih satu diantaranya yang kita yakini tingkat kebenarannya. Dengan cara deteksi sidik jari bisa dilakukan secara cepat dan tidak perlu cemas karena tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan, tidak pakai tes yang sulit-sulit dan mendapatkan layanan konsultasi psikologi oleh para psikolog secara cuma-cuma gratis selamanya / seumur hidup, terutama di lembaga tes / deteksi bakat DMI PRIMAGAMA se Indonesia (www.dmiprimagama.com atau http://dmiprimagamapusat.wordpress.com). Ketiga, Pertimbangan Minat si anak. Pertimbangan ini sangat menggembirakan si anak dimana ia sendiri yang akan menjalaninya selama masa sekolah. Tetapi kelemahannya, terkadang minat anak sering berubah-ubah dan bukan atas pertimbangan yang sangat matang, terkadang hanya ikut-ikutan temannya saja dan mengikuti trend sesaat saja.

TIPS PILIH FAKULTAS / JURUSAN KULIAH PERGURUAN TINGGI

Masa kuliah teramat panjang, maka pilihan jurusan atau fakultasnya haruslah dilakukan secara cermat dan bijaksana. Dikatakan cermat karena jangan saampai salah pilih sehingga kita tidak nyaman selama masa kuliah, dan dikatakan bijaksana karena antara pandangan anak dan pandangan orangtua haruslah selaras, selaras dalam pilihan jurusannya, dalam pilihan kotanya, dalam pilihan kariernya dimasa depan, selaras dalam besarnya biaya yang akan dibutuhkan selama kuliah.

Beberapa ini ada tips singkat memilih jurusan atau kuliah di Perguruan Tinggi yang bisa dijadikan alternatif bagi anak-anak kita (kelas duabelas SMA) yang akan kuliah :

  1. Bakat dan Minat. Jika kemampuan akademik anak merata, dan jika minat anak berubah-ubah, maka lakukan pertimbangan pemilihan jurusan atau fakultas berbadasrkan bakat unggulnya. Untuk mengetahui bakatnya maka harus ikut tes bakat terlebih dahulu. Minat haruslah diselaraskan berdasarkan bakat utamanya.
  2. Kemampuan akademik selama di SMA. Jika memiliki kemampuan akademik terbaik (paling baik dan ektrem terbaik) saat di SMA, maka pilihlah jurusan kuliah atau fakultas yang benar-benar sesuai dengan kemampuan akademik terbaiknya (nilai tertinggi).
  3. Daya tampung dan besarnya jumlah peminat. Semakin kecil daya tampung suatu fakultas atau suatu jurusan maka semakin sulit untuk dimasuki. Semakin kecil jumlah peminatnya maka akan memiliki kecenderungan akan semakin mudah untuk dimasuki. Analisa kesempatan dan peluang seperti itu bisa didapatkan di lembaga bimbingan belajar yang telah berpengalaman (bisa info detailnya, ditanyakan di : www.primagama.co.id) atau dikantor Primagama terdekat.
  4. Lokasi kampus. Bisa memlih kampus yang megah atau yang luas atau yang rindang atau yang nyaman atau yang dekat dari tempat tinggal kita. Semua alternatif pilihannya bergantung kepentingan dan keadaan kita masing-masing. Jika dan cukup punya biaya, lokasinya jauh tidak masalah, tetapi harus diingat kampus hanyalah fasilitas penunjang saja, yang terpenting adalah disiplin ilmunya dan disiplin dirinya, kemudian baru fasilitasnya.
  5. Akreditasinya, apakah A, B atau C.
  6. Profesi masa yang akan datang saat kita sudah lulus kuliah. Pertimbangan juga profesi yang dibutuhkan pada saat kita lulus kuliah. Apa artinya lulus jika permintaan akan ilmu yang kita geluti sangat rendah, tentu mendapatkan pekerjaan akan semakin sulit. Perlu diingat bahwa kuliah membutuhkan biaya, tenaga, pikiran dan waktu yang tidak sedikit, maka jangan sampai kedepannya kita mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu kita, tentu ini akan sia-sia.
  7. Kemampuan keuangan keluarga. Bagi keluarga yang kaya raya kuliah dimana saja tidaklah masalah. Bahkan keliru memilih jurusan kuliah saja tidak begitu menjadi persoalan, karena bisa pindah kuliah dimana saja di PTN atau di PTS di dalam negeri atau di luar negeri. Bagi kita yang berasal dari keluarga yang sedang-sedang saja maka pilihlah kuliah dengan spesifikasi : lokasi kampus tidak terlalu jauh, biaya kuliah tidak terlalu mahal, pilihlah program D3 saja atau memilih program S1 tetapi hanya untuk jurusan profesi (dilindungi oleh undang-undang) misalnya Kedokteran Umum, Kebidanan, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Hukum (pengacara, hakim, jaksa), Akuntansi, Psikologi. Sekedar informasi Primagama Network juga memiliki Perguruan Tinggi keahlian bidang Psikologi yaitu STiPsi Yogya (Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta) untuk program S1 (Strata Sarjana S1). Info detail di : www.psikologi-jogja.ac.id
  8. Doa yang tulus dan disiplin. Segala sesuatunya akan bermanfaat tergantung niatnya. Sejak dari niat akan menuntut ilmu hendaklah senantiasa kita rajin berdoa dengan sungguh-sungguh, rutin dan disiplin. Rajin berdoa jangan hanya menjelang ikut ujian dan tes saja. Sebagai orang yang beragama berdoa adalah suatu kewajiban. Bagi orang islam shalat adalah puncaknya doa. Selain doa lima waktu dalam sehari lakukanlah doa-doa atau shalat pada waktu malam hari. Belajar yang tekun, doa yang rajin dan berlatih yang disiplin, menjadikan seseorang memliki kesiapan yang lebih matang dan lebih baik.

KIAT SUKSES : LOLOS SPMB SMA UNGGULAN; LULUS UJIAN NASIONAL (UN / UNAS / EBTANAS); DAN LOLOS SPMB PERGURUAN TINGGI TERNAMA  (SNMPTN / UMPTN / SIPENMARU)

Ada banyak kiat sukses siswa jika ingin sukses lulus ujian nasional atau lulus evaluasi belajar akhir. Dan banyak cara pula kiat siswa agar lolos seleksi masuk perguruan tinggi idamannya. Diantaranya adalah melalui Konsep Belajar ”FAST”:

  1. FOCCUS : Sejak naik ke kelas 3 SMA (kelas 12), harus sudah fokus mantapkan hati, jiwa dan pelajaran untuk sukses UN dan SNMPTN. Semua hal yang berhubungan dengan mata pelajaran yang akan diujikan harus dikuasai. Dan semua hal yang tidak ada hubungannya dengan sukses UN dan SNMPT untuk satu tahun ini ditunda terlebih dahulu. Misalnya, hobby bela diri (silat, karate) dikurangi dulu, sepakbola, dan lain-lain yang menyita banyak waktu dan tenaga. Setelah sukses UN dan SNMPTN bisa dimulai kembali. Fokuslah pada latihan soal buku wajib ajar sekolah, latihan kumpulan soal Bank Soal UN dan SNMPTN dan tentu bandingkan dirimu dengan siswa sekolah lainnya (sekolah luar) melalui event uji coba ”TRY-OUT”.
  2. ACTION : Sering latihan soal-soal UN dan SNMPTN. Kumpulkan dan perbanyak koleksi soal-soal latihan UN dan SNMPTN. Pada prinsipnya moment Ujian dan moment Seleksi itu seperti perlombaan atau pertandingan karena kita akan dibandingkan dengan orang lain yang sama-sama ikut sebagai peserta UN dan SNMPTN, maka latihan soal tidak sekedar dilakukan sendirian saja, kita harus siap dan mau proaktif mencari lawan tanding dengan orang-orang lain. Semakin sering bertanding semakin baik, karena bisa mengukur kekuatan dan kemampuan diri sendiri dihadapan orang lain. Ibarat sepeda motor kita memiliki spedo meter yang dapat mengetahui seberapa kencang kecepatan lari kita. Dan pertandingan yang paling baik dan ideal untuk menghadapi UN dan SNMPTN adalah ”TRYOUT” yang diselenggarakan oleh bimbel yang bonafide, jangan pertaruhkan masa depan kita dengan bimbel yang belum teruji kehebatannya dan belum berpengalaman, karena dengan tryout, kita akan mengerti rangking latihan kita diantara siswa antar sekolah, antar kota bahkan antar propinsi, sehingga wawasan semakin luas dan akurasi rangking semakin bisa dihandalkan. Jika harus kursus ikutilah kursus bimbel saja, karena ada hubungan yang sangat erat dengan materi UN dan SNMPTN. Untuk sementara waktu, tinggalkan kursus yang lainnya. Setelah sukses UN dan SNMPTN silahkan ikut kursus kembali, seperti kursus menyanyi, kursus musik, kursus berenang, kursus menari, dll.
  3. SPIRIT : Isi hari-hari dengan selalu semangat, yaitu semangat latihan soal evaluasi UN dan soal seleksi SNMPTN. Semangat untuk belajar bersama dengan anak-anak juara kelas, bertanyalah pada mereka tanpa harus malu. Rajinlah sembahyang sesuai dengan agama kita masing-masing, dan rajin berdoa, agar kita selalu diberi kesehatan, kekuatan dan kemampuan dalam mempersiapkan UN dan SNMPTN.
  4. TARGET : Agar belajar kita fokus dan efektif, maka tetapkanlah terget bagi diri kita masing-masing. Target rangking berapa kita di dalam kelas ? Target rangking berapa di dalam satu sekolahan ? Target rangking berapa di kota / kabupaten tempat kita tinggal ? Perguruan Tinggi mana yang akan kita bidik / pilih ? Jurusan atau fakultas apa yang akan kita pilih ? Sudahkah nilai dalam buku raport kita sudah memadai ? Apakah nilai yang tercantum dalam ujian nasional sudah bisa dihandalkan ? Kenali dirimu sendiri (melalui tes bakat sidik jari dmi)! Serta Ukur baju badan sendiri (melalui tes kemampuan akademik)! Salam sukses selalu. Amien.

Semoga tulisan ini bisa dijadikan aternatif atau bisa memberi inspirasi bagi para siswa, guru dan orangtua siswa dalam memberikan pertimbangan sehingga dapat dijadikan acuan pengambilan keputusan yang terbaik. Terimakasih.

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2, 3, 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat Deteksi DMI):

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

Info Lebih Detail Lihat di Website :  www.dmiprimagama.com & di Webblog : http://dmiprimagamapusat.wordpress.com

Info lengkap tentang bimbingan belajar : www.primagama.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: