AKTUALISASI JIWA KEPEMIMPINAN MENUJU OPTIMALISASI KUALITAS ORGANISASI

Oleh: Teguh Sunaryo

Direktur Lembaga Deteksi Bakat Sidikjari DMI

(Disampaikan di Balikpapan, Ahad, 17 September 2017)

PENGANTAR UMUM

Manusia adalah makhluk individual sekaligus makhluk social. Sebagai makhluk individual ia memiliki cara berpikir dan cara bertindak yang berbeda antar sesama. Ia memiliki kemerdekaan dalam menentukan banyak hal untuk masa depannya termasuk dalam mempertahankan eksistensinya serta mengaktualisasikan gagasan, ide, harapan dan pemikirannya. Namun, ketika ia berada diantara sesama dalam suatu komunitasnya maka ia menjadi terikat oleh orang lain (dari pihak luar selain dirinya) yang juga memiliki keunikan terhadap banyak hal dibandingkan sesamanya.

Inilah pentingnya tema kepemimpinan yang tidak pernah habis untuk dibahas disepanjang zaman yang senantiasa terus berubah dan dinamis. Kepemimpinan dibutuhkan untuk mengelola diri sendiri, mengelola keluarga, rukun tetangga, suatu perusahaan atau lembaga yang dituntut professional serta mengelola Negara yang dapat menyejahterakan rakyatnya dan melindungi warganya dalam berinteraksi antara Negara.

Kepemimpinan adalah ilmu dan jiwa tentang bagaimana seseorang memimpin dirinya sendiri dan orang lain pada suatu tempat yang melahirkan suatu seni, ketrampilan dan keahlian dalam mengelola orang (anggotanya) dan pekerjaannya (aktivitasnya) untuk meraih dan mewujudkan suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam visi dan misi suatu organisasi.

Dalam ilmu manajemen, kepemimpin termasuk bagian dari kajian bidang personalia, selain ada bidang lainnya seperti bidang keuangan, bidang produksi dan bidang marketing.

MENGELOLA MANUSIA

Organisasi adalah benda mati. Ia menjadi hidup jika di dalamnya ada makhluk hidup, yakni bernama manusia (Sumber Daya Manusia). Organisasi yang baik merupakan kumpulan orang-orang yang mayoritasnya adalah baik. Organisasi hebat pun merupakan kumpulan dari berbagai kinerja dari orang-orang yang mayoritasnya juga hebat-hebat. Namun, ibarat suatu orchestra dalam panggung music atau permainan sepakbola yang indah ditonton dan berkualitas permainannya, maka organisasi harus dikelola dengan cermat dan baik. Siapa melakukan apa, siapa mendelegasikan kepada siapa dan siapa memutuskan tentang apa, dan siapa dapat melakukan apa. Dalam mengelola sumber daya manusia ada cara klasik yang selalu bisa diaplikasikan dalam mengelola sumber daya manusia disepanjang masa yakni prinsip 5W1H (What, Why, Who, When, Were dan How). Dan ada tiga prioritas suatu organisasi dalam melakukan perbaikan kinerjanya, yakni pembenahan SDM, perbaikan system, dan pengadaan fasilitas yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam mengelola SDM yang pertama-tama ditanamkan sebelum mengembangkan ketrampilannya adalah niatnya (sikap mentalnya). Setidak-tidaknya ada tiga niat yang perlu dijadikan prinsip hidup dan prinsip bekerja oleh para professional dimanapun berada, yakni: (1) Bekerja wajib dipersikan sebagai ungkapan rasa bersyukur kepada Tuhannya karena telah terlahir fitri dan telah dan sedang diberi nikmat sehat; (2) Menebarkan manfaat (service excellence) sekaligus meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi organisasi (efisience); saling tolong menolong dalam kebaikan (service excellence dan superteam) bukan saling tolong menolong dalam pelanggaran (3) Bersedia memelihara hubungan silaturahmi (memelihara relasi usaha dan kekompakan tim kerja).

MENGELOLA PEKERJAAN

Ada tiga pilar SDM yang dapat dikembangkan guna mengelola dan mengoptimalisakan pekerjaan (aktivitas) dalam suatu organisasi antara lain Attitude, skill, dan knowledge. Dalam menjalankan tugasnya setiap orang harus memiliki ketrampilan (skill) yang memadai dengan bidang tugas utamanya, harus memiliki sikap mental yang jujur, sportif, tanggungjawab, tekun dan tidak mudah menyerah (attitude) dalam menjalankan peran dan tugasnya, fungsi dan manfaatnya, serta memiliki pengetahuan yang luas (knowledge)  guna mengantisipasi perubahan lingkungan kerja, perubahan persaingan usaha serta perubahan zaman secara keseluruhan.

Dalam manajemen modern, suatu organisasi sudah memiliki job description (job-des) dan job specification (job-spec) untuk masing-masing person, tim dan pejabat yang jelas dan mudah dipahami oleh semua teamwork (semua anggotanya). Dalam menjalankan pekerjaannya setiap orang harus dapat bekerja ikhlas, keras, cerdas, dan tuntas.

EVALUASI TIM KERJA

Tentu pada periode tertentu (1 tahunan, 2 tahunan, 3, tahunan, 4 tahunan atau 5 tahunan) setiap organisasi mengadakan evaluasi dan atau mengadakan pemilihan pengurus baru. Jika dipandang baik maka bisa dilanjutkan dan jika dipandang tidak baik atau gagal maka bisa lakukan pergantian atau yang memilik hak memilih tidak memilih pengurus lama yang terbukti gagal tersebut. Dalam suatu organisasi, mutasi kerja atau peran serta pergantian pengurus adalah hal yang biasa, kecuali organisasi keluarga atau organisasi milik pribadi perseorangan.

Semoga bermanfaat dan selamat beraktifitas.

Yogyakarta, Kamis, 14 September 2017

Teguh Sunaryo

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI

…………………………………………………

Telp/WA: 085-643-383838 & 0822-4022-5454.

Advertisements

KISAH NYATA: Ma.., Aku ke Surga dulu, terlalu lelah di sini!

#TesBakatSidikjariDMI

Detik Selanjutnya Ia Pun “Terjun Bebas” dari Lantai 21!

Hati ibu Shu-shu ini sepenuhnya hancur sambil memeluk tubuh putrinya yang telah dingin membeku.

Sang ibu menyekolahkan putrinya yang “bodoh” ke universitas bergengsi di seluruh negeri, kemudian memasukkannya ke firma hukum terkenal di Dalian, betapa besar pengorbanan seorang ibu untuk putrinya ini! Namun, baru satu tahun lulus, sang putri membalas jasa ibunya dengan cara seperti ini, menyedihkan!

Anak-anak adalah harapan kedua orang tua. Tak dipungkiri orang tua memang punya banyak harapan dan berharap anaknya menjadi sesosok orang yang sukses suatu hari nanti.

Siapa sangka, kalau ada sedikit saja kesalahan di tengah-tengah ini, maka akan terjadi hal yang menyedihkan seperti kisah nyata berikut ini.

Ibu bernama Liu Yu yang telah menginjak usia 50 tahun ini adalah lulusan full-time undergraduate yang bisa dihitung dengan jari diantara teman-teman seusianya ketika itu.

Setelah lulus, Liu mengabdikan dirinya menjadi pendidik di sekolah. Karena sangat menonjol, ia selalu mendapatkan posisi yang bagus sepanjang kariernya.

Di usianya yang ke 35 tahun, ia telah menjadi wakil kepala Department of Business Administration di Dalian University, Tiongkok, adalah seorang profesor dan staf menengah termuda di universitas tersebut ketika itu.

Sementara suaminya adalah seorang pegawai negri yang punya kedudukan tinggi. Keberhasilan dari pasangan ini membuat banyak orang yang iri hati.

Pada tahun 1984, Liu Yu melahirkan seorang anak perempuan dan diberi nama Shu-shu. Dia berkata kepada suaminya, anak kita harus lebih menonjol dibanding anak keluarga lain.

Namun, kondisi putrinya membuat ibu Liu tercengang : 1 tahun 7 bulan, saat anak lainnya sudah bisa berlari kesana kemari, Shu-shu bahkan belum bisa berjalan dengan lancar.

Selain itu, perkembangan kemampuan berbicara Shu-shu juga lambat, ketika anak lainnya sudah mulai bisa memanggil “tante”, “nenek” dan sebagainya. Shu-shu bahkan masih sulit mengucapkan kata papa dan mama.

Kondisi putrinya ini tentu saja membuat ibu Liu merasa sangat kecewa.

Hal yang membuat ibu Liu semakin kecewa adalah ketika Shu-shu masuk sekolah dasar. Shu-shu selalu mendapatkan nilai nol setiap kali ujian, bahkan untuk soal yang terhitung mudahpun, ia tidak mengerti.

Agar bisa membuat putrinya pintar, ibu Liu kemudian memaksa putrinya minum berbagai suplemen setiap hari. Namun, bukan hanya nilai Shu-shu tidak bertambah baik, Shu-shu justeru tumbuh dewasa lebih cepat, baru SD sudah menstruasi.

Setelah temannya yang menjadi dokter menyarankan, sang ibubaru menghentikan “program menguatkan otak” untuk anaknya.

Tapi hal itu tidak membuat ibu Liu menyerah untuk menciptakan “program unggulan” bagi anaknya. Ia mengatur waktu belajar Shu-shu dengan padat, dan mencari berbagai guru privat yang ahli untuk membimbing Shu-shu.

Hasil bimbingan ternyata tidak mengecewakan, Shu-shu berhasil mendapatkan juara pertama di kelas 5 SD untuk pertama kalinya.

Liu tentu merasa sangat senang dan mulai meminta Shu-shu untuk ikut pertandingan cerdas cermat nasional. Sayangnya sekali lagi Liu dikecewakan oleh hasil anaknya. Ia tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan, sementara lawannya sudah tahu jawabannya.

Shu-shu belakangan menuliskan dalam buku diarinya, Shu-shu kesal bukan main begitu terbayang dengan hal itu :

“Responku memang lambat, aku selalu jadi yang terakhir dalam setiap kegiatan. Tapi, mama tidak mau mengakui kelemahanku ini, dia selalu merasa dia dan papa adalah orang yang hebat, sehingga mereka berpikir, dengan turunan genetik yang sama, mana mungkin tidak pintar ? Jadi, punya orang tua yang hebat tidak selalu bagus, aku tidak bahagia, mereka juga hidup tersiksa karena diriku”.

Pada musim panas tahun 1997, Shu-shu akhirnya sekolah di SMP. Ibunya menguras habis tabungannya, mencari lagi seorang guru yang hebat untuk les Shu-shu di malam hari.

Shu-shu ditempa untuk menjadi anak yang selalu lebih unggul dari yang lainnya. Ibunya juga puas akan nilai yang dicapai Shu-shu dan berkata, “Kepintaran kamu itu adalah hasil galian yang mama paksakan.”

Pada tahun 2000, Shu-shu masuk SMA ternama, tapi di ujian pertama kali, ia ternyata tidak lulus di banyak mata pelajaran.

Karena masalah tersebut, wali kelas Shu-shu memanggil ibunya untuk bicara, ia curiga Shu-shu sebelumnya sudah mendapat bocoran sehingga bisa diterima di SMA tersebut.

Hal ini membuat ibu marah lalu berkata, “Saya bisa menggugatmu atas fitnahan ini!”

Kemudian Liu membawa hal ini ke kepala sekolah, sehingga wali kelas tersebut akhirnya meminta maaf. Ia juga meminta supaya Shu-shu dipindah ke kelas terbaik di SMA tersebut agar tidak lagi diajar oleh wali kelas tersebut.

Tapi Shu-shu yang memang pada dasarnya tidak bisa mengikuti pelajaran berkata mau keluar sekolah satu minggu kemudian.

Shu-shu yang selalu menurut mamanya berkata pada mamanya : “Saya mau pindah sekolah.”

Ibunya seketika melotot mendengar keinginan putrinya.

Tapi Shu-shu ngotot ingin pindah sekolah .

“Saya sama sekali tidak paham dengan penjelasan guru. Bagi saya, mata pelajaran SMA itu sangat sulit. Saya ingin pindah sekolah kesusteran dan bekerja di rumah jompo,” kata Shu-shu yang hampir membuat mamanya tersedak mendengarnya.

Ibunya marah besar karena hal ini, walaupun suaminya sudah membujuknya untuk menghormati keputusan Shu-shu, tapi reaksi ibu Liu sangat keras dan malah berkata, “Banyak anak yang lebih buruk dari Shu-shu bisa kuliah, atas dasar apa dia tidak bisa? Hei Liang Jun (Suami ibu Lu), kamu dengar baik-baik ya, kecuali besok aku mati, kalo tidak, aku pasti akan memasukkan Shu-shu ke universitas bergengsi!”

Liu mulai turun tangan mengajar anaknya. Tahun 2003, Shu-shu akhirnya masuk fakultas ekonomi sebuah universitas ternama.

Liu menangis begitu menerima lembar penerimaan dari universitas. Sementara Liang Jun, suaminya sangat bersukur atas upaya keras istrinya : “Kalau bukan kamu, Shu-shu pasti tidak ada harapan lagi.”

Di semester pertamanya, Shu-shu adalah mahasiswi satu-satunya yang mata kuliahnya paling banyak gagal. Shu-shu akhirnya harus diam di rumah dan belajar.

Shu-shu menuliskan dalam diarinya, “Mama yang pintar melahirkan anak yang tidak pintar, tapi tidak mau menerima kenyataan. Kasihan. Anak yang tidak pandai memiliki seorang ibu yang pintar, dan anaknya dipaksa harus pintar, menyedihkan”.

Dengan usaha keras akhirnya Shu-shu menamatkan kuliahnya.

Di hari terakhir kuliah dia menyampaikan kesan-pesan kuliahnya, “Lulus, semua orang senang akhirnya terjun ke masyarakat, dan berdikari, tapi yang paling menggembirakanku adalah aku tidak perlu belajar lagi. Lelah rasanya 16 tahun perjalanan di sekolah, dan saking lelahnya sampai-sampai membuatku berulang kali tidak mau hidup lagi.”

Ibunya tidak berhenti sampai disitu, ia berusaha memasukkan anaknya ke sebuah kantor pengacara. Shu-shu memiliki atasan yang sangat ketat.

Di hari pertamanya bekerja, pengacara memberikan Shu-shu pekerjaan yang tidak mampu dilakukannya. Ketika Shu-shu minta tolong pada rekan kerjanya, semua sedang sibuk dan tidak bisa membantunya.

Malamnya Shu-shu dimarahi atasannya. dan Shu-shu hanya bisa menangis. Karena tertekan ia mengatakan pada mamanya tidak mau bekerja lagi. Ibu Liu tentu marah, namun semua itu diterima Shu-shu dengan cara diam.

Semakin lama Shu-shu semakin terpuruk di kantornya dan semakin ingin keluar dari sana.

Karena selalu hidup tertekan sejak kecil hingga lulus kuliah dan terjun ke masyarakat, Shu-shu akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya, ia melompat dari lantai 21 dan tewas seketika.

Beberapa hari kemudian, ibu Liu yang tidak mampu menerima kenyataan itu menemukan sebuah surat dari Shu-shu yang isinya, “Papa, mama, aku selalu berharap bisa menjadi anak seperti yang kalian harapkan. Tapi, bagaimanapun aku bukanlah anak tipe seperti itu. Aku lelah, benar-benar lelah, aku selalu hidup di lingkungan yang bukan milikku, kelebihan orang lain selalu menonjolkan kebodohanku. Aku sangat lelah, dan ingin istirahat, mungkin di surga nanti aku bisa bertemu dengan teman-temanku yang tidak pintar tapi bahagia.”

Huruf demi huruf yang ditorehkan untuk terakhir kalinya oleh Shu-shu putri mereka itu membuat Liu terpukul dan sadar seketika., tapi sudah terlambat.

Ketika diwawancarai, Liu mengatakan sambil menangis : “Saya menceritakan masalah keluarga ini, hanya ingin menyadarkan para orangtua lainnya atas hal yang dialami putri saya. Pepatah Turki mengatakan ‘Tuhan saja menyiapkan pohon yang pendek bagi burung yang bodoh’. Kalimat ini saya kutip dari buku diari Shu-shu, tapi aku selalu memaksa Shu-shu terbang ke pohon tinggi yang memang bukan untuknya, hingga akhirnya dia jatuh”.

Kalau direnungkan, bukankah aku hanya berharap agar anakku bahagia?

*disadur dari berbagai sumber

===================================

 

……………………………………………………..

Yogyakarta, Rabu, 23 Agustus 2017.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI

……………………………………………………..

Pesan Ibu Elly Risman Untuk Ayah-Bunda

Pesan Ibu Elly Risman

Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional

Inilah pesan untuk para Orangtua :

Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ?

Beranikah Anda membentaknya sekali saja ?

Pasti enggak, kan ?

Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah.

Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul ?

Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya ?

Jiwa anakmu lebih mahal dari susu termahal yang ditumpahkannya.

Jaga lisanmu, duhai orangtua.

Jangan pernah engkau memarahi anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurutmu salah.

Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan.

Otaknya belum mempunyai konsep itu.

Jaga Jiwa Anakmu.

Lihatlah tatapan mata anakmu yang tidak berdosa itu ketika engkau marah-marah.

Ia diam dan mencoba mencerna apa yang engkau katakan.

Apakah ia mengerti ?

Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yang ia lakukan.

setelah engkau pukul dan engkau marahi.

Anakmu tetap memelukmu, masih ingin engkau belai.

Bukankah inilah tanda si anak memaafkanmu ?

Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata-kata kasarmu kepadanya, otak anakmu akan merekamnya dan akhirnya, cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang.

Apa yang akan terjadi selanjutnya, duhai orangtua ?

Anakmu akan tumbuh menjadi anak yang ‘ganas’ dan ia pun akan membencimu sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersamamu.

Jiwa anak yang terluka itu akan mendendam.

Pernahkah engkau saksikan anak-anak yang ‘malas’ *merawat orangtuanya ketika tua ?

Jangan salahkan anak-anaknya.

Cobalah memahami apa yang sudah dilakukan oleh orangtua itu kepada anak-anaknya ketika mereka masih kecil.

Orangtua.., anakmu itu bukan kaset yang bisa kau rekam untuk kata-kata kasarmu.

Bersabarlah.

Jagalah kata-katamu agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya.

Duhai orangtua, engkau pasti kesal kalau anakmu nakal.

Tapi pernahkan engkau berpikir bahwa kenakalannya mungkin adalah efek rusaknya jiwa anakmu karena kesalahanmu…

Kau pukul & kau cubit anakmu hanya karena melakukan hal-hal sepele.

Kau hina dina anakmu hanya karena ia tidak mau melakukan hal-hal yang engkau perintahkan.

Cobalah duduk dan merenungi apa saja yang telah engkau lakukan kepada anakmu.

Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yang tertumpah?

Anakmu pasti menyadari dan tahu ketika kemarahan itu selalu hadir di depan matanya.

Jiwanya pun menjadi memerah bagai bara api.

Apa yang mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik ?

Anak tidak hormat pada orangtua.

Anak menjadi musuh orangtua.

Anak menjadi sumber kekesalan orangtua.

Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua.

Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orangtua ?

Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal dari apa pun termahal yang ada di dunia

Jaga lisan dan perlakukanmu kepada anakmu.

……………………………………………………………………………..

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI

……………………………………………………………………………..

Yuk Bunda, Hargai dan Kenali Si Buah Hati dengan “5 RUDI”

Banyak ayah-bunda yang meninginkan kesuksesannya diwariskan kepada putra-putrinya. Keinginan tersebut tidak sepenuhnya salah. Bahwa setiap orangtua menghendaki anaknya sukses itu benar, namun tidak semua kesuksesan berada pada bidang keahlian yang sama. Setiap orang adalah unik, maka biarlah ia menjadi diri mereka sendiri, dan biarlah mereka memilih tempat yang sesuai dengan bakat dan minatnya.

Berikut ini ada artikel yang dapat menjelaskan hal tersebut (Mohon di KLIK di bawah ini):

https://www.haibunda.com/psikologi/d-3571895/yuk-bun-hargai-kemampuan-si-kecil-dengan-melihat-5-rudi

Semoga bermanfaat, salam hangat untuk ayah-bunda Indonesia.

Yogyakarta, Selasa, 25 Juli 2017

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI

Info Tes Bakat Sidikjari DMI:

Telp/WA: 085-643-383838 ; 0822-4022-5454

Teguh Sunaryo DMI.

SURAT GURU UNTUK PARA ORANGTUA SISWA

Moment pasca ujian sekolah

Dengan hormat,

Bersyukur melalui surat ini kami menjumpai Bpk/Ibu/ Sdr. Orang tua/ Wali terbaik yang terus mendukung putra/ putri meraih prestasi, bersinergi bersama kami.

Bersama surat ini kami sampaikan bahwa, Ujian anak Anda telah selesai. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya.

Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.

Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra. Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tidak berarti. Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada fisika… di sekolah. Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

Sekiranya anak Anda lulus jadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja: “Tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian.”

Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka.

Lakukanlah ini, dan disaat itu, lihatlah anak Anda menaklukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah tak akan mencabut impian dan bakat mereka. Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.

Semoga surat ini bermanfaat dan dapat menyadarkan kita tentang sudut pandang terhadap anak-anak kita.

Semoga anak-anak Anda sukses besar pada bidang keahliannya, amin.

Mohon maaf apabila kurang berkenan.

Salam hormat dari kami “Guru peduli anak dan bakat terpendamnya”

Animals Schooling

Renungan Menyongsong Tahun Pelajaran Baru

Di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para binatang.

Statusnya “disamakan” dengan sekolah manusia.

Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tersebut:
a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di “animals schooling”, ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak.

Terlihat di awal masuk sekolah, masing masing siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.

Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yang berada di atas kemampuan binatang lain.

Demikian juga katak, sangat mahir pada pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian karena “animals schooling” mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel.

Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.

Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi karena belajar terbang.

Bebek seringkali ditertawakan meski sudah bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik.

Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.

Kini, lama kelamaan.
Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat.

Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan anak-anak kita.
Orangtua berharap anaknya serba bisa.
Sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5.

Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E dan sebagainya dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan tidak fokus pada potensi anaknya masing masing.

Mari kita syukuri karunia luar biasa yang sudah Allah amanahkan kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang sehat dan lucu.

Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing masing.

Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak.

Sehingga masing masing memiliki kelebihannya sendiri sendiri.

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang.

Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.

Karena sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas (di kelebihannya masing-masing), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar di antara kegelapan Malam.

Inilah saatnya kita bergandeng tangan menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin dengan Tes Bakat yang menurut anda dapat dipercaya.

Selamat berjuang Bapak Ibu Guru, Ayah dan Bunda. Semoga Allah mudahkan segala urusan kita mengiringi kesuksesan peserta didik serta ananda kelak di dunia dan di akhirat. Aamiin
________

ILUSTRASI KECERDASAN MAJEMUK

Dikembangkan oleh Prof. Howard Gardner, Ph. D.

Dipapan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa ditepi pantai, lalu
sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya.

Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam “jatuhnya
buah kelapa” ditepi pantai itu.

Anak ke 1: Dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat
bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan
rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian
pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh
lengkap dengan persamaan matematis dan fisika.

Lalu psycholog tanya ke siswa sy? Apakah anak ini cerdas?… dijawab
serentak sekelas … iya … dia anak yang cerdas sekali. Lalu sy
lanjutkan cerita …

Anak ke 2: Dengan gesit anak ke dua ini datang memungut kelapa yang
jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan kepedagang dan
dia bersorak … yesss … laku Rp 8.000.

Kembali saya bertanya ke anak-anak dikelas … apakah anak ini cerdas?…
anak-anak menjawab iyaa … dia anak yang cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita

Anak ke 3: Dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa
keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? Ini
kelapanya jatuh mau saya kembalikan kepada yang punya pohon.

Saya bertanya kepada anak-anak… apakah anak ini cerdas?… anak-anak mantap
menjawab … iya … dia anak yang cerdas.
Sayapun melanjutkan cerita ke empat …

Anak ke 4: Dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia
melihat ada seorang kakek yang tengah kepanasan dan berteduh dipinggir
jalan. “Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh
meminum dan memakan buah kelapanya”.

Lalu saya bertanya … apakah anak ini, anak yang cerdas? anak-anak menjawab,
yaa … dia anak yang cerdas.

Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukan anak yang cerdas.

Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki “Kecerdasan-unik-nya”.
Dan mereka ingin dihargai “Kecerdasan-unik-nya” tersebut. …
Namun … yang sering terjadi … kita para orang tua dan pendidik,
menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni ? “Kecerdasan Anak
Pertama, Kecerdasan Akademik”, Lebih parahnya, kecerdasan yang
dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari
nilai saat mengerjakan UNAS.

Sedang … “Kecerdasan Finansial” (anak no 2), “Kecerdasan Karakter”
(anak no 3) dan “Kecerdasan Sosial” (anak no 4). Belum ada ruang yang
diberikan Negara untuk mengakui kecerdasan mereka; mereka adalah anak kandung
negara yang belum diberi ruang untuk diakui.

Saya jadi ingat, cerita ini, dulu sering kami jadikan olok-olokan saat
SMA, antara anak IPA dan anak IPS, siapa yg sebenarnya cerdas?

Bapak Ibu … anak Bapak Ibu semuanya adalah anak-anak yang cerdas dengan
“Keunikan Kecerdasan-nya” masing-masing … hargai dan jangan samakan dengan orang
lain atau bahkan dengan diri anda sendiri.

Mari hargai kecerdasan (bakat) anak kita masing-masing, dan siapkan mereka untuk zaman
dimana mereka akan hidup kelak.

Strategi bisa dipelajari, sedangkan bakat tidak bisa diduplikasi.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI⁠⁠⁠⁠.

Perubahan Jam Kerja Tahun 2017

Diberitahukan kepada seluruh Kantor Cabang DMI INDONESIA dan para pengguna jasa Tes Deteksi Bakat Sidikjari DMI, bahwa Kantor Pusat Operasional (Head Office) DMI INDONESIA Pusat, sejak hari Senin, 8 Mei 2017 dan seterusnya, buka kerja untuk melayani masyarakat pada :

A. Hari Kerja Operasional Manajemen & Tes Bakat DMI:

  • Hari Kerja : Senin – Jumat (Pkl. 09.00 – 17.00 WIB)
  • Hari Kerja : Sabtu (Pkl. 09.00 – 15.00 WIB)
  • Hari Libur : Minggu dan Hari Libur Nasional

B. Hari Kerja Layanan Konsultasi Psikologi DMI:

  • Hari Kerja : Senin – Sabtu (Pkl. 13.00 – 17.00 WIB)
  • Hari Libur : Minggu dan Hari Libur Nasional

Bagi yang ingin berkonsultasi, akan lebih baik jika berkenan menelpon terlebih dahulu kepada para konsultan psikologi DMI yang selama ini telah menjalin komunikasi atau kepada:

  • Koordinator Konsultan DMI: Ibu Nurmey Nurulhaq (Mbak Rully): 0813 2604 4480
  • Manajemen DMI: Kantor: 0274-625 168; Isworo Gunarsih: 0812 2785 916; Bambang Hastobroto: 0812 2693 277; Eko Yulianto: 085 328 012345; Teguh Sunaryo: 088 8686 6464; 085 643 383838; WA: 085 775 900 600

Demikian pemberitahuan ini disampaikan dan diumumkan di hadapan publik agar diketahui dan menjadi maklum adanya. Terimakasih atas kerjasamanya selama ini dan salam sukses selalu.

Yogyakarta, Jumat 12 Mei 2017.

TTD

Manajemen Kantor Pusat DMI INDONESIA

Kiat Belajar Efektif

Pengantar:

Setiap menjelang ujian nasional atau masuk pendaftaran ke perguruan tinggi, banyak orang terlibat dalam mempersiapkan atau memperbincangkan kondisi dan situasi tentang kesiapan putra-putrinya atau para siswa di suatu sekolah. Perbincangan tersebut dilakukan oleh para orangtua siswa atau wali murid, oleh para pendidik atau para pengamat dunia pendidikan.

Evaluasi diri dan Peta diri:

Sebelum menyarankan atau menggunakan suatu saran dari pihak manapun ada baiknya setiap guru atau orangtua murid bahkan murid atau siswanya itu sendiri wajib mengetahui dimana peta kemampuan akademisnya di dalam suatu kelas. Gambaran fakta tentang peta dirinya di dalam kelasnya merupakan realitas yang nyata yang perlu di eavaluasi kemudian diberikan alternative solusi sesuai dengan posisi peta dirinya, inilah yang disebut diagnose kemampuan akademik atau evaluasi diri kinerja akademisnya selama ini.

Seseorang yang sakit mata tentu obatnya bukan obat untuk penyakit kulit. Orang yang sakit kulit yang tidak parah tentu dosisnya juga berbeda jika dibandingkan dengan seseorang yang sedang sama-sama sakit kulit namun kondisinya sudah terlalu parah. Demikian pula posisi seorang siswa di dalam kelasnya. Jika posisi di dalam kelas saja ia tidak mau peduli, bagaimana mungkin bisa berkompetisi dengan baik di dalam ruang kelas yang maha luas dan besar diantara banyak sekolah, banyak kota dan banyak propinsi se-Indonesia?

Untuk memetakan kemampuan akademis di sebuah kelas, cukup dibedakan menjadi tiga level kemampuan akademisnya, antara lain: (a) 10 Papan ATAS yakni rangking 1-10; (b) 10 Papan TENGAH yakni rangking 11-20; (c) 10 Papan BAWAH yakni rangking 21-30.  Dimana posisi saya? Dimana posisi anak saya? Dimana posisi siswa saya? Ketika rangkingnya berbeda maka alternative solusinya juga berbeda.

Jika posisi kita di dalam satu kelas saja sudah kedodoran, bagaimana mungkin akan berkompetisi diantara banyak kelas atau banyak sekolahan?

Bagi yang posisinya masuk papan atas, masih ada tahap evaluasi berikutnya dengan membandingkan kualitas atau rangking antara sekolah, dilevel berapa rangking sekolahan kita? Kemudian berapa besar nilai Ujian Nasional kita?

Jika dengan cara tersebut masih membingungkan maka kita bisa menggunakan nilai Ujian Nasional saja. Ini akan efektif digunakan jika nilai ujian nasional berbanding lurus dengan nilai rata-rata raport selama sekolah. Jika nilai ujian nasional dan nilai rata-rata raport tidak konsisten, maka nilai ujian nasional bisa disebut nilai “kebetulan” saja, maka tidak layak digunakan sebagai acuan.

Faktor penghambat:

Bagi siswa yang akan masuk ke perguruan tinggi, maka ketika naik kekelas 12 sudah mulai focus belajar hanya dan hanya untuk persiapan masuk ke perguruan tinggi saja. Untuk siswa yang rangkingnya masuk pada level rangking tengah atau bawah maka baginya wajib focus dan wajib meninggalkan semua hal yang tidak ada hubungannya dengan sukses ujian nasional atau sukses masuk ke perguruan tinggi. Bank soal ujian nasional dan bank soal masuk ke perguruan tinggi wajib dikoleksi dan dipelajari. Sedangkan beberapa kegiatan yang wajib ditinggalkan selama satu tahun adalah ikut kompetisi atau bermain olahraga, ikut kompetisi atau bermain kesenian, dan lain-lain, kecuali bagi mereka yang ingin hidup dan berprofesi dibindang olahraga atau dibidang kesenian.

Selama kelas 6, kelas 9 dan kelas 12, bagi yang rangkingnya jelas-jelas rendah (papan tengah atau papan bawah) tinggalkan handphone, tinggalkan smartphone, tinggalkan internet-kecuali untuk mencari informasi tentang jadwal ujian nasional atau jadwal pendaftaran ujian masuk ke perguruan tinggi yang diminati.

Faktor pendukung:

Bagi siswa pada level tengah dan bawah bergaullah dengan siswa yang pandai-pandai yang ada pada level atas. Koleksilah dan pelajarilah dari sebanyak-banyaknya bank soal ujian nasional dan bank soal ujian masuk ke perguruan tinggi. Sering-seringlah ikut try-out yang diselenggarakan oleh sekolah maupun oleh lembaga bimbingan belajar agar tidak menjadi jago kandang saja, apalagi sudah bukan jago merasa jagoan, ini sangat berbahaya menuai kegagalan. Untuk siswa yang berada pada level atas tidak ikut bimbel tidak masalah, namun tetap ikut try-out dan tetap rajin belajar dan tidak sombong, sedangkan bagi siswa yang berada pada level tengah dan level bawah maka baginya wajib ikut bimbel yang professional.

Upaya mengetahui Bakat dan Minat:

Setelah kemampuan akademis diketahui dan diupayakan untuk terus ditingkatkan, maka tugas berikutnya adalah mengetahui bakat dan minatnya. Banyak orang pintar kesasar masuk ke suatu jurusan atau fakultas, hingga ia mudah bosan, mudah jenuh dan tidak bergairah dalam menuntaskan sekolahnya atau kuliahnya. Maka banyak biaya dan waktu terbuang begitu saja. Bagaimana dengan siswa yang sudah tidak pintar masih kesasar pula? Inilah pentingnya bagi semua siswa untuk mengetahui bakat dan minatnya.

Ada tiga cara ilmu pengetahuan untuk mengetahui bakat seseorang. Pertama dengan cara Eksplorasi, yakni serba coba-coba, learning by doing, dan experiences. Kedua dengan cara Observasi, menggunakan alat ukur psikotest. Ketiga dengan cara Deteksi, yakni dengan deteksi bakat sidikjari DMI.

Mohon maaf jika tidak berkenan, semoga bermanfaat dan salam sukses selalu ..Aamiin YRA.

Terimakasih.

Yogyakarta, Sabtu, 16 Juli 2016

Teguh Sunaryo

SMS: 085 643 383838 ; WA: 088 8686 6464

Artikel lainnya ada di : www.dmiindonesia.com dan di : www.dmiprimagamapusat.wordpress.com  .

…………………….

Lima Prinsip Deteksi Bakat Sidikjari DMI

Oleh Teguh Sunaryo

(Direktur Lembaga Deteksi Bakat Sidikjari DMI)

……………………………………………………………………………………………………………….

Ada lima prinsip yang perlu dipahami oleh para testee (peserta tes DMI) sebelum membaca Hasil Deteksi Bakat Sidikjari DMI yang ada dalam Buku Assessment Report DMI:

  1. Developing no change: Bakat yang telah ada dan telah diketahui adalah untuk dikembangkan, bukan untuk diubah. Setiap perubahan bisa ke arah positif (tumbuh-kembang) namun juga bisa menjadi negative (tidak tumbuh dan tidak berkemabng). Namun jika berkembang – dan itu berdasarkan bakat unggulnya – maka seseorang akan menuju kepada perubahan yang lebih positif. Setiap perubahan belum tentu berkembang, sedangkan setiap perkembangan pastilah mengalami perubahan, dan perubahan tersebut menuju ke arah yang lebih baik dan lebih berdaya guna.
  2. Convergen no divergen: Fokuslah pada bakat, sedangkan minat sewajarnya menyesuaikan pada bakat. Bakat merupakan potensi inherent yang dibawa oleh seseorang sejak dilahirkan. Sedangkan minat merupakan pengaruh lingkungan dan kebiasaan dari seseorang yang mudah muncul dan mudah pula hilang (bosan) berdasarkan hal yang sedang trend di masyarakat. Jika seseorang fokus pada bakat kuatnya maka ia akan hidup lebih efektif, efisien dan produktif.
  3. Strength Approach no defisite Approach: Utamakanlah bakat yang lebih kuat (unggul), karena bakat yang lemah akan mengikuti laju perkembangan bakat yang kuat. Mengembangkan bakat yang lebih kuat akan lebih mudah dilakukan daripada mengembangkan bakat yang lemah. Tuluslah menerima kelemahan sekaligus bangga mengembangkan bakat yang kuat. Setiap pribadi pasti punya kelemahan sekaligus kekuatan. Banyak orang gagal memiliki keahlian dan kompetensi, atau bahkan gagal sukses karena sibuk dengan kelemahannya dan lupa terhadap bakat kuat yang telah dimilikinya.
  4. Optimist no pessimist: Bangga terhadap bakat kuat akan menimbulkan rasa optimisme baru. Rasa optimis yang ada jika dipadukan dengan bakat yang kuat maka akan menimbulkan prestasi maksimal yang diharapkan. Optimisme dapat muncul karena tumbuhnya minat yang selaras dengan bakatnya. Dan minat yang positif adalah yang sesuai dengan bakat kuatnya yang diikuti dengan rasa optimisme. Orang yang optimis akan gembira mendapatkan penugasan-penugasan dalam melaksanakan pekerjaannya.
  5. Proportional no balance: Bakat unggul dan kelompok usia (Golden-age; Midle-age; Adult-age) yang berbeda antar satu orang dengan orang lainnya, akan menuntut penanganan dan perlakuan yang berbeda pula (proportional). Setiap pribadi adalah unik (individual differences) itulah pentingnya seseorang ditempatkan sesuai dengan keunikan bakat dan minatnya (the right man on the right place). Sukses adalah kombinasi optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Dan puncak sukses adalah menjadi yang terbaik (maksimal) pada bidangnya (spesialisasi) dan bermanfaat (added value) bagi diri sendiri dan orang lain disekitarnya (di keluarga, di masyarakat, di tempat bekerja).

Semoga kita dan generasi yang akan datang dapat lebih berkembang berdasarkan bakat dan minatnya masing-masing. Jadilah dirimu sendiri (be your self) yang memiliki keunggulan bersaing positif yang berbeda dari yang lainnya (competitive advantage).
…………………………………………………………….

Dipersembahkan oleh:

Manajemen PT. DMI Indonesia

GRAHA POGUNG LOR, NO. 2 – 4, LT. 1;

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta
Telp : (0274) 625 168 ; 530 6600 ; 530 6601
Fax : (0274) 530 6602

…………………………………………………………….