KENAL BAKAT SEJAK DINI LEBIH MUDAH MERAIH PRESTASI

 Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI Primagama

INTRODUCTION.

Tidak ada orang yang tidak ingin berprestasi. Hampir sebagian besar orang menghendaki prestasi tinggi sekaligus sebisa mungkin menghindari suatu kegagalan. Karena semua orang menghendaki dan menginginkan datangnya prestasi, maka kompetisi untuk mendapatkannya pun semakin sulit dan sengit. Dan ketika kompetisi semakin tinggi masing-masing kita menginginkan cara termudah dan efektif untuk meraih prestasi tersebut. Banyak cara dicari untuk dijadikan sebagai alternatif solusi, dari cara yang sudah ada dan menjadi tradisi sampai cara baru sebagai suatu inovasi. Ada yang berbasis minat dan hobi, ada yang berbasis lingkungan semata; ada yang berbasis daya juang semata, kerja keras dan ikhtiar dan ada yang berbasis potensi, bakat dan aspek inheren lainnya. Semuanya itu adalah pilihan yang kita semua bebas untuk memilihnya, termasuk membuat pilihan untuk tidak memilih.

MENGAPA HARUS KENAL BAKAT SEJAK DINI ?

Ada beberapa alasan mengapa harus kenal bakat sejak dini. Pertama, karena semakin dini seseorang untuk mengenali bakatnya maka ia semakin dini pula dalam rangka mengembangkannya. Kedua, lebih bisa memilih aktifitas yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan bakat utamanya. Ketiga, memudahkan kita untuk mencari konsultan atau konselor atau memilih pendidikan yang pas dengan keberbakatan yang kita miliki. Keempat, menjalani kehidupan dan masa depanya lebih efektif, fokus dan efisien. Kelima, lebih mendukung budaya hidup kearah spesialisasi dari pada generalisasi. Kedepan kemampuan seseorang dituntut untuk mengetahui secara mendalam terhadap sedikit hal dari pada mengetahui secara dangkal terhadap banyak hal. Kedalaman berpikir lebih dibutuhkan pada lapangan pekerjaan dari pada keluasan berpikir. Keenam, usia harapan hidup yang semakin singkat dari zaman ke zaman.

MENGAPA HARUS KENAL BAKAT ?

Sekarang ini banyak orang mengenal orang hanya dipermukaannya saja, hanya kulitnya saja, hanya ”hardware” nya saja, tetapi tidak menyentuh kepada ”software” nya, tidak menyentuh kepada esensinya. Bahkan tidak jarang orang yang sudah dewasa saja belum mengerti apa yang menjadi potensi unggulnya, apa yang menjadi bakat alaminya. Bakat adalah ”software” yang ”diformat” oleh Tuhan sejak manusia itu diijin terlahirkan oleh Sang Maha Pencipta. Manusia diciptakan oleh Sang Maha Sempurna, sehingga tidaklah mungkin dalam proses ”memformat” itu mengalami ”error”. Manusia lebih dari sekedar ”kertas putih”, tetapi ia adalah ”makhluk super komputer” yang ditakdirkan untuk menjadi ”sang pemimpin” setidak-tidaknya memimpin bagi dirinya sendiri. Pertanyaannya muncul : Menjadi pemimpin dibidang apakah masing-masing kita kelak ? disinilah dibutuhkan suatu upaya untuk mengenali diri sendiri dan kemudian berani menjadi dirinya sendiri. Menjadi diri sendiri harus berbasis dari potensi diri sendiri, dan potensi itu adalah bakat alami kita, kecerdasan alami kita. Apapun bakat yang kita miliki haruslah kita kenali, dan setelah kita kenali haruslah kita syukuri. Dan sebaik-baiknya kita mensyukuri adalah hanya dengan menjaga dan mengembangkannya dengan sebaik-baiknya pula. Hasrat atau minat atau keingininan sesa’at haruslah senantiasa diselaraskan dengan bakat yang kita miliki. Jangan sampai minat yang kita kedepankan menimbulkan sesat (tidak efektif dan tidak efisien; tidak tepat sasaran dan tidak berdaya guna). Kesuksesan seseorang adalah hasil kombinasi optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Dan puncak sukses seseorang adalah menjadi yang terbaik pada bidangnya.

 

METODA MENGENALI BAKAT.

Bakat adalah kemampuan bawaan / alamiah yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar terwujud (sumber Alex Sobur, 2003, hal 180). Sementara menurut Bannet (1952) Bakat adalah kondisi atau rangkaian karakteristik yang dipandang sebagai gejala kemampuan individu untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau serangkaian respon melalui latihan-latihan.

Ada tiga tahapan kemajuan ilmu pengetahuan untuk mengenali bakat seseorang. Pertama, adalah pengenalan bakat berbasis pengalaman (traditional experience). Ini adalah upaya orangtua untuk mengenali bakat anaknya sejak dalam kandungan sampai ia dewasa, sejauh masih hidup berdampingan dan bersama-sama dengan kedua orangtuanya. Keunggulannya sangat akurat, tetapi bisa diketahui setelah anaknya menjadi orang yang sukses atau menjadi orang yang gagal. Ketika sukses orangtuanya akan memberikan penilaian ”benar bakat anak saya sungguh sesuai dengan apa yang saya duga”, sementara bila gagal orangtua akan mengatakan ”sudah saya duga karena kehidupan anak saya tidak sesuai dengan bakat yang dimilikinya”. Anehnya apapun pernyataannya keduanya diberikan saat anak sudah terlanjur sukses atau terlanjur gagal, sehingga nampak nyata bahwa perjalanan kehidupan yang seperti itu tidak ada aspek perencanaan ”hidup tidak bay design” tidak ada planning dan sangat alamiah. Kelemahan model pengenalan bakat berbasis pengalaman adalah membutuhkan waktu yang sangat lama, tidak efisien dan tidak ada pengakuan baik legal formal maupun sosial psikologis dari pihak luar. Orangtua mengenali bakat anaknya dianggap sudah wajar dan bersifat subyektif, alamiah dan sangat personal (sulit diduplikasi dan sulit diaplikasikan bagi anak yang lainnya). Kedua, adalah pengenalan bakat berbasis tes (wawancara maupun tertulis). Keunggulan metode ini adalah bisa diaplikasikan kepada siapapun sejauh peserta tes bisa membaca, menulis dan berhitung. Bisa menggambar dan berbicara. Tetapi bagi anak usia balita maupun batita alat uji tersebut belum bisa digunakan. Pertanyaannya adalah apakah anak balita dan batita tidak perlu dikenali bakatnya ? Apakah orang dewasa yang tidak bisa calistung, tidak bisa menggambar atau tidak bisa bicara itu berarti tidak memili bakat ? berarti harus ada alat jenis lain yang bisa digunakan untuk mengenali bakat mereka itu. Kelemahan alat tes tersebut juga sangat bergantung pada kondisi kejiwaan seseorang pada saat di tes. Pada kondisi sedih dan sakit tentu hasilnya akan rendah. Pada kondisi gembira dan sehat tentu hasilnya akan baik. Sedangkan pada kondisi “dipersiapkan oleh sang pakar” hasil tesnyanya akan semakin sempurna walau sesungguhnya masih dalam kondisi tidak maksimal. Kesimpulannya adalah mudah berubah-ubah dan tidak stabil. Ketiga, adalah pengenalan bakat berbasis deteksi dengan teknologi. Alat ini mampu menggenapi dan menyempurnakan apa yang menjadi kekurangan pada tahap pengenalan bakat yang pertama maupun yang kedua. Dengan deteksi teknologi, pengenalan bakat yang membutuhkan waktu yang sangat lama (bertahun-tahun) akan menjadi lebih cepat. Yang berubah-ubah menjadi lebih baku dan permanen (karena bakat bersifat alamiah dan bawaan). Balita maupun dewasa yang tidak bisa calistung, tidak bisa menggambar dan tidak bisa bicara, tetap bisa dideteksi bakat alamiahnya secara ilmiah. Anak autis atau anak yang berkebutuhan khusus lainnya juga bisa dideteksi dengan alat ini. Caranya adalah dengan menganalisa kesepuluh sidik jari tangan melalui scaner, kemudian diproses melalui sistem komputer yang handal dan akan menghasilkan peta potensi diri (bakat) otak kanan atau otak kiri serta kedelapan kecerdasan versi Howard Gardner (Multiple Intelligence). Bagi orang tertentu, katanya kelemahan alat ini adalah relatif cukup mahal. Tetapi bagi sebagian yang lain mengatakan bahwa harga yang ditawarkan adalah sangat sebanding dengan manfaat penting yang akan diterima, apalagi untuk kepentingan pemilihan pendidikan dan karir bagi masa depan anak-anak dimana kompetisi hidup semakin ketat dan kompleks.  Sedangkan keunggulan pengenalan bakat berbasis deteksi teknologi ini (fingerprint test DMI) adalah cukup dilakukan satu kali saja pada masa hidupnya serta mendapatkan layanan konsultasi psikologi selamanya. Kelebihan lainnya adalah obyektif, akurat, tidak berubah-ubah, legal (memiliki hak cipta) dan yang lebih penting adalah tidak membuat cemas para peserta tes.

 

BAKAT DAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK.

Ada dua cara pengembangan bakat menuju capaian prestasi puncak yang diinginkan. Pertama, adalah melalui proses edukasi personal, yaitu tingginya komitmen diri untuk mengenali bakat, kemudian tumbuhkan minat yang sesuai dengan bakatnya, berikutnya adalah menjagai sikap agar tetap sungguh-sungguh dan profesional untuk konsisten pada jalur yang telah ditetapkan. Ada tiga variabel pada model pertama ini yaitu : Bakat, Minat dan Sikap. Dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi maka kecenderungan pencapaian prestasi puncak anak akan relatif mudah diraih. Ada sebagian kita yang masih memiliki persepsi keliru bahwa minat anak kita sering dianggap bakat. Minat dan bakat adalah sesuatu yang berbeda. Kedua, adalah melalui proses edukasi kultural, yaitu mengenali bakat terlebih dahulu, kemudian mencari pendidikan yang sesuai, berikutnya adalah menetapkan lingkungan yang mendukung atas bakat dan pendidikan yang kita pilih. Ada tiga variabel pada model yang kedua ini yaitu : Bakat, Pendidikan dan Lingkungan. Dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi maka kecenderungan pencapaian prestasi puncak anak akan relatif mudah diraih. Dari kedua model edukasi tersebut dapat disimpulkan betapa pentingnya mengenali bakat anak-anak kita terlebih dahulu sebelum melangkah pada proses edukasi yang berikutnya. Memilih pendidikan itu penting, tetapi mengenali bakat terlebih dahulu itu jauh lebih penting. Semakin dekat bakat dengan cita-cita maka semakin mudah untuk meraihnya.

 

BAKAT DAN KARIR / PERSIAPAN PENSIUN.

Bagi anda yang ingin menjadi pegawai dimanapun anda akan bekerja, maka potensi otak kiri harus lebih dominan dari pada potensi otak kanan. Dan bagi anda yang akan mencoba menjadi pengusaha, potensi otak kanan harus lebih dominan bila dibandingkan dengan otak kiri. Dan itu bisa diketahui melalui deteksi dermatoglyphics multiple intelligence (DMI). Anda tidak harus mengubah potensi anda, tetapi anda tinggal mengembangkan saja apa yang sudah menjadi potensi unggulan anda. Mengembangkan bakat unggulan akan relatif lebih mudah bila dibandingkan dengan mengembangkan bakat lemah anda. Sekali lagi bakat jangan dilawan (diubah) tetapi dikembangkan saja sesuai dengan bakat unggulan yang telah tersedia dan telah dikenali. Jenis karir dan bidang usaha bisa dilihat dan bisa dipilih melalui kedelapan kecerdasan yang ada (Logic mathematic, linguistic, Intrapersonal, Interpersonal, Visual Spasial, Kinesthetic, Musical, Naturalist).

Bagi anda yang akan memasuki usia pensiun pun demikian, anda harus memilih jenis aktifitas yang sesuai dengan bakat anda. Dengan demikian hidup lebih bisa dinikmati dan dikembangkan. Kesehatan dan kesejahteraan lahir dan batin akan lebih mudah untuk diwujudkan dan itu semua membutuhkan suatu ikhtiar yang tidak reguler. Kalau anda ingin hasil yang luar biasa maka jangan melakukan dengan cara yang biasa.

Apapun pilihan anda, mengenali bakat itu jauh lebih baik dari pada tidak kenal sama sekali. Peduli pada diri sendiri secara optimal adalah bagian dari persiapan menuju masa depan yang jauh lebih baik. Dan kesuksesan itu akan datang dengan dipersiapkan sekaligus diperjuangkan, tentu dengan ijin Tuhan YME melalui kemajuan perkembangan ilmu dan teknologi.  Akhirnya ada sebuah renungan bagi kita : Bila bakat itu tidak penting mengapa Tuhan menciptakannya untuk kita ? Bila bakat itu memang penting lantas bagaimana upaya kita untuk mengenalinya ? Kenal bakat saja belum ada jaminan untuk sukses, apalagi jika tidak kenal sama sekali. Orang yang tidak kenal bakatnya sama sekali adalah bagian dari tidak peduli kepada dirinya sendiri, bagaimana orang lain bisa peduli pada diri kita kalau kita sendiri pun tidak mempedulikannya. Anda berminat silahkan mencoba selagi masih ada kesempatan (sekarang kondisi anda masih sehat, masih cukup rezeki, punya masa depan dan sementara pelayanan kami pun masih tersedia). Bila anda belum berminat atau bahkan tidak akan pernah berminat sekalipun, toh selama ini kita tidak pernah punya masalah dan tidak pernah terlibat konflik yang merusak tali silaturahmi. Apapun pilihan anda, kami menghargai, menghormati dan menghaturkan banyak terimakasih, Semoga Tuhan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita semua. Amiin

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: