BAKAT (TALENTA) DAN PAUD

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI Primagama


INTRODUCTION.

Dalam buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu menyampaikan bahwa seungguhnya manusia itu adalah ”super komputer” karena ia super komputer maka ia terdiri dari hard ware dan soft ware yang super pula. Dan bila komputer itu tidak ingin ketinggalan jaman maka ia harus di up grade terus menerus tingkat ”kesuperannya” karena dunia terus berubah dan menuntut suatu kemajuan.

Demikian pula dengan anak-anak kita, kita sebagai orangtua selalu ingin anak kita tampil lebih dari anak lainnya. Sehingga tidak jarang apapun akan kita lakukan demi kemajuan prestasi anak-anak kita. Hard ware anak-anak kita selalu di up grade lewat konsumsi gizi dan nutrisi yang memadai. Begitu anak kita sakit panas saja kita sudah panik dan sibuk untuk segera membawa kepada sang ahli bernama dokter. Demikian pula terhadap perkembangan soft ware anak kita. Kita selalu meng up grade lewat pengembaraan kita mencari dan menenukan model pendidikan dan pembelajaran yang memadai guna kemajuan prestasinya di masa yang akan datang. Pertanyaan mendasarnya adalah : Apakah model dan pilihan pendidikan bagi anak-anak kita sudah sesuai dengan bakat yang dimilikinya ? Apakah bakat anak-anak kita sudah kita ketahui sebelumnya ? Mencari sekolah dulu baru tahu bakatnya atau mengenal bakatnya lebih dulu baru cari sekolahan bagi mereka ?

Kalau kita masih konsisten dengan konsep ”super komputer” maka untuk mengenali kualitas soft ware yang ada dalam komputer itu ada dua cara. Pertama, lewat proses ekperimen melalui proses mencoba dan membuka isi dari program demi program yang ada dalam komputer itu. Lembar demi lembar harus kita buka dan kita coba demikian seterusnya. Kedua, lewat informasi yang telah tertera dalam body atau cashing komputer itu. Disana ada informasi tentang kapasitas computer itu. Di dalam label itu ada informasi apakah komputer kita seri pentium satu atau pentium empat. Apakah window XP atau sudah  window vista. Setelah kita membaca informasi dalam label itu selanjutnya untuk memaksimalkan komputer kita, langkah berikutnya adalah membaca manual book yang ada dalam bungkus komputer yang dikeluarkan oleh pabriknya.

 

BAKAT DAN PENDIDIKAN

Basis pengalaman / pendampingan : Dewasa ini masih lazim seseorang untuk mengenali bakat anaknya lewat pengalamannya di dalam sekolahan. Bagaimana prestasi menonjolnya di dalam sekolahan itulah yang menjadi bakat anaknya. Anak senang dimana itulah bakatnya. Sulitnya mempercayai basis pengalaman adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengenali bakat anak-anak kita, belum lagi kesenangan anak yang selalu berubah-ubah. Adanya pergantian guru yang berbeda-beda watak dan kemampuannya, itu juga menjadikan tingkat prestasi anak kita yang naik turun. Pengenalan bakat berbasis pengalaman ini sering digunakan oleh para orangtua kepada anak kandungnya atau oleh guru kepada anak didiknya.

 

Basis wawancara dan tes : Ada juga yang mengenali bakat anaknya lewat serangkaian tes psikologi (psikotest). Tetapi ketika anak belum bisa bicara atau belum bisa membaca dan menulis, maka bakat anak kita belum bisa diketahui secara optimal dan serangkaian tes itu belum bisa dijalankan. Kesulitan terhadap tes ini adalah ketika jiwa anak-anak kita masih labil. Kondisi kejiwaan anak ketika tes sangat mempengaruhi hasil tes tersebut. Pertanyaannya adalah apakah bakat itu permanen atau dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi jiwa seseorang ? Pun demikian bagi orang dewasa yang tidak sekolahan atau tidak bisa membaca, menulis dan berhitung, ia bisa melakukan capaian-capaian prestasi tertentu. Dikenali bakatnya hanya lewat wawancara dan lewat bukti capaian yang justru sudah terjadi. Bukankah pengenalan bakat digunakan untuk mencari capaian prestasi bukan setelah mencapai capaian prestasi ?

 

Basis deteksi dan teknologi

Pada tahun 1993 Howard Gardner seorang psikolog dari Havard University mengemukakan teori Multiple Intelligence, bahwa seorang anak itu memiliki alternatif sembilan kecerdasan. Yang oleh Thomas Amstrong teori itu diuraikan menjadi sajian implementasinya di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Dan sekarang teori itu dikembangkan oleh para pakar teknologi informasi menjadi DMI ASSESSMENT (Dermatoglyphics Multiple Intelligence Assessment). Bakat seseorang bisa dideteksi melalui uji sampel sisik jari (FANGERPRINTS). Teori ini meyakini bahwa bakat seseorang tetap dan tidak berubah. Tugas seseorang adalah mengetahui bakatnya, meyakininya kemudian tinggal mengembangkannya (bukan mengubahnya).

 

Bila asumsi yang kita bangun seperti itu, maka ada baiknya kita mengenali bakat anak kita secara dini terlebih dahulu baru kemudian mencari pendidikan yang sesuai dengan bakatnya. Atau kita membiarkan perjalanan hidup anak kita mengalir begitu saja sebagai mana kebanyakan perlakuan orangtua kita kepada masa kecil kita tempo dulu. Itu semua terserah kita !

 

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: