MULTIPLE INTELLIGENCE : MULTI KARIR DAN MULTI ORGANISASI

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI Primagama

 

 

MONO INTELLIGENCE ADALAH SUATU KECERDASAN TENTANG KESERAGAMAN DAN MONOPOLI

Pada saat pemerintahan Indonesia dipimpin oleh rezim Orde Baru dari tahun 1966 – 1998 (32 tahun) bisa dikatakan semuanya harus seragam. Sampai-sampai keseragaman bisa menghilangkan munculnya suatu kreatifitas baru. Hanya orang-orang yang punya talenta dan keberanian sajalah yang bisa berkreasi dalam situasi sempit dan keterpasungan yang tinggi. Baju seragam sekolah swasta saja harus diatur sedemikian rupa. Antar sekolah swasta tidak boleh berbeda warna baju seragamnya. Bahkan siswa SD, SMP dan SMA tidak diijinkan menggunakan jilbab bagi yang putri, sementara bagi yang laki-laki di SMP tidak boleh memakai celana panjang, padahal mereka sudah memasuki usia akhil baligh. Paradigma kurikulum menggunakan prinsip kecerdasan tunggal yang serba seragam, bukan kecerdasan majemuk (bukan multiple intelligence tetapi masih mono intelligence). Bila dijumpai anak memiliki kecerdasan yang berbeda maka akan dikucilkan. Buku pegangan wajib siswa harus seragam, kurikulum seragam, organisasi osis seragam, organisasi wanita seragam, bahkan organisasi profesi pun harus seragam. Semua harus seragam, semua harus monopoli. Keseragaman adalah bentuk lain dari monopoli. Dahulu organisasi kewartawanan harus tunggal, satu dan seragam. Organisasi advokasi hukum harus tunggal dan seragam. Jumlah stasiun TV hanya satu, semua orang harus nonton TVRI saja, TV swasta tidak ada. Pilihan Telpon hanya telpon kabel saja, telpon seluler tidak ada. Jumlah partai politik hanya tiga saja, yang satu dirangkul yang satu lainnya diabaikan, begitu seterusnya pada setiap musim pemilu tiba.

MULTIPLE INTELLIGENCE SUATU KECERDASAN TENTANG MULTI POTENSI

Di era reformasi ini semua sudah berubah. Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Stasiun TV sawasta banyak bermunculan dan kita bebas memilih untuk menikmatinya. Organisasi kewartawanan juga muncul dengan merek yang lainnya, tidak lagi tunggal (pada awalnya ada yang menyebutnya kembar, ada juga yang menyebutnya tandingan). Organisasi pengacara (dunia hukum) pun demikian, tidak lagi tunggal. Semua itu menggambarkan telah ada pergeseran dan perubahan. Banyaknya pilihan menggambarkan adanya kemudahan bagi penggunanya, adanya kompetisi yang akan melahirkan kreasi. Monopoli jelas-jelas akan memasung kreasi dan kebebasan dalam memilih. Dahulu organisasi guru hanya PGRI, sekarang ada PGTT (Persatuan Guru Tidak Tetap). Ilmu pengetahun tumbuh dan terus berkembang, cara pandang seseorang juga demikian. Sudah tidak lagi zamannya menggunakan ilmu yang basi untuk menghadapi tantangan hidup yang baru. Pilihan karir tumbuh mekar beragam sesuai dengan keberagaman kebutuhan manusia yang juga tumbuh berkesinambungan.

Multiple intelligence adalah sebuah alternatif dalam rangka menembus suatu kebekuan. Setiap orang adalah cerdas dalam bidang tertentu. Karena setiap orang adalah cerdas maka tidak ada kebekuan dan tidak stagnan. Setiap orang pasti punya bakat istimewa. Dan cara mengenali bakat seseorang juga sangat beragam dan berbeda-beda. Sekarang ini telah muncul teknologi cara mengenali bakat seseorang. Produk ini dihasilkan oleh para ahli dibidangnya (berbasis ICT), tentu bagi orang yang gagap teknologi sulit untuk memahami. Penggunanya juga sudah banyak menyebar. Mereka merasakan dan mengakuinya, tetapi anehnya ada pihak yang gagap teknologi dan belum menggunakan produk itu sudah berkomentar yang ”aneh-aneh” (dengan cara pandang ilmu yang lama), bahkan ada yang emosi dengan mengatakan ”pengujinya sudah mendapatkan pengesahan dari lembaga….. (tertentu) belum?”. Dahulu Thomas Alpha Edison menemukan lampu pijar juga tidak berbekal pengesahan. Einstein, Graham Bell, Newton, dan Tokoh Besar lainnya, bekalnya adalah kegigihan, ketekunan, kecerdasan kemudian penemuan. Setelah itu baru diuji dilapangan kemudian ada pengakuan. Bukan pengakuan terlebih dahulu baru berbuat, bukan pengesahan terlebih dahulu baru berjalan. Toh suatu produk kalau tidak bermanfaat pada saatnya pasti akan ditinggalkan oleh para konsumennya (oleh masyarakatnya). Itu menggambarkan bahwa para penguji yang sejati adalah para konsumen, tentu konsumen yang cerdas (tidak sekedar pengamat yang cerdas). Ada tiga cara mengadakan suatu pengujian, yaitu Uji Ilahiah, Uji Ilmiah dan Uji Alamiah. Ketiganya berjalan simultan secara proporsional dalam bidangnya masing-masing. Ada Tesa (Pro), Antitesa (Kontra) dan Sintesa (Keseimbangan baru). Sempoa, tergantikan oleh kalkulator. Mesin ketik tergantikan oleh komputer. Lampu petromak tergantikan oleh listrik. Disket tergantikan oleh flashdisk. Wesel tergantikan oleh ATM. Telegram indah tergantikan oleh SMS, dan seterusnya. Apakah masih kurang bukti bahwa dunia itu sudah berubah ?

MULTI KARIR

Kesuksesan seseorang sesungguhnya adalah buah (hasil) dari kombinasi yang optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Kreatifitas adalah salah satu bentuk dari sekian bentuk cara hidup yang sehat. Orang bila tidak kreatif akan mudah jenuh, malas dan selalu merasa buntu bila menemukan suatu masalah dalam hidupnya. Kreatifitas bisa melahirkan gagasan baru dan bahkan produk baru (penemuan baru yang implementatif fungsional). Dengan kreatifitas akan lahir produk baru, kebutuhan baru dan tentu profesi yang baru. Pilihan karir akan semakin terbentang lebar dan jalurnya (jalur karir) akan semakin panjang. Kompetisi akan semakin tinggi. Dalam situasi seperti itulah maka kesempatan meraih sukses akan lebih mudah digapai bagi mereka yang memiliki pandangan tentang multi karir. Karir bisa ditempuh dan dijalani di banyak tempat. Loyalitas adalah penyajian produktifitas kerja dan kesantunan dalam membangun komunikasi. Selama seseorang masih memegang nilai-nilai produktifitas kerja dan kesantunan dalam berkomunikasi, maka ia akan diterima dibanyak komunitas dan dibanyak tempat. Menjadi suatu pemikiran yang mendesak ketika seseorang berada dalam suatu komunitas (organisasi) yang jalur karirnya teramat panjang, apalagi teramat rumit dan tidak jelas, untuk menjalankan konsep multi karir. Tentu dengan tetap menjunjung tinggi etika yang profesional, bekal intelektual, pembagian waktu proporsional, komunikasi efektif antarpersonal dan jaringan yang sangat kontekstual.

MULTI ORGANISASI

Dengan tumbuhnya kreatifitas baru, dan lahirnya produk baru, serta diikuti pasar yang baru dan karir yang baru. Maka akan muncul tuntutan tentang organisasi yang juga baru. Tuntutan itu muncul bisa karena suatu kepentingan sepihak (tidak ada sendi kehidupan tanpa kepentingan sama sekali), bisa juga karena gerakan alamiah karena suatu proses akulturasi budaya. Bisa budaya dalam industri, teknologi dan dalam seni sekalipun. Budaya berpikir dan budaya mengelola aplikasi pikiran itu sendiri yang sering disebut organisasi. Organisasi adalah kumpulan dari manusia, kalau manusianya tidak kreatif maka organisasinya jelas tidak akan kreatif juga. Kalau masyarakatnya sudah kreatif sementara organisasinya tidak kreatif maka organisasi tersebut akan segera ditinggalkan dan akan segera muncul organisasi baru. Organisasi yang tidak kreatif bisa menjelma dalam bentuk perusahaan, lembaga, institusi, akademi, perguruan, yayasan, universitas, himpunan, ikatan, asosiasi, bahkan dalam bentuk organisasi profesi sekalipun. Kampus (kumpulan para ilmuwan dan kaum intelektual) sebagai induk yang melahirkan organisasi profesi saja bisa tutup kalau ia tidak kreatif, apalagi sekedar organisasi profesi. Tidak ada yang tidak mungkin dalam era penuh persaingan dan perubahan ini. Yang bisa bertahan adalah mereka yang kreatif, berani berubah, berpikir positif dan memiliki daya juang yang tinggi (EQ dan AQ) tentu juga atas ijin Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan itu Esa, tetapi tidak ada Organisasi yang Esa, tidak ada lagi organisasi profesi yang tunggal bagi mereka yang berpikir dan bertindak kreatif.

”Perbedaan pendapat adalah rahmat” adalah suatu ungkapan yang santun dalam rangka membuka jendela kreatifitas, bahwa di dunia sana telah terjadi perubahan. Bahwa apa yang saya yakini sekarang ini sangat bisa tidak diyakini oleh yang lain pada saat atau waktu yang berbeda bahkan pada saat dan waktu yang sama sekalipun. Hidup adalah pilihan, bagimu agamamu dan bagiku adalah agamku. Untuk urusan besar bernama agama saja kita diberi kebebasan memilih apalagi hanya untuk sekedar urusan dunia, yaitu dunia profesi. Kebenaran harus kita serahkan kepada Tuhan (bila kita masih merasa memiliki Tuhan), kepada waktu (diuji oleh waktu), kepada masyarakat (diterima atau tidak) dan kepada nurani kita masing-masing (ketulusan hati). Sekali lagi orang yang maju dan bisa berkembang adalah orang yang kreatif, optimis, berpikir positif (open mind) dan tidak mudah berprasangka buruk pada siapapun (tidak su’udzon).

Kesimpulannya adalah dengan Multiple Intelligence akan melahirkan kreatifitas baru, cara baru, produk baru, kemanfaatan baru, karir baru dan organisasi baru. Multiple Intelligence, Multi Karir dan Multi Organisasi adalah serangkaian budi daya kreatif manusia yang dapat mengantarkan pada peradaban yang lebih dinamis, lebih berkualitas dan lebih beradab.

Semoga tulisan ini mampu mengurangi rasa picik kita dalam menyikapi perbedaan dan perubahan yang sering terjadi. Terimakasih masa lampau dan selamat datang masa depan. Selamat berkarya untuk kita semuanya di masa kini !

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: