PENDAPAT DAN NYAWA

Disarikan oleh : Teguh Sunaryo

Suatu hari yang penat terjadi suatu diskusi yang menghangat antara si Bintang dengan si Bulan. Mereka berdebat terhadap sesuatu yang kuantitatif dan sangat terukur, pendek kata sangat matematis dan empirik. Si Bintang berpendapat bahwa empat ditambah satu adalah lima, sementara si Bulan berpendapat bahwa empat ditambah satu adalah enam.

Waktu berjalan tanpa terasa dan keduanya merasa paling benar sendiri. Perbincangan semakin sengit, emosi semakin sulit terkendali. Puncak pertengkaran mulai terjadi, masing-masing mengancam bahwa siapa yang berpendapat salah maka harus tunduk dan memohon maaf, apabila tidak mau atau takut harga dirinya turun maka siapa yang salah harus dibunuh. Kedua bersepakat bahwa dari pada harus meminta maaf maka lebih baik dibunuh saja dari pada hidup harus menanggung malu dan aib.

Untuk mendapatkan wasit yang jujur dan adil serta arif dan bijaksana, maka mereka bersepakat datang kepada seorang yang shaleh lagi terpandang, beliau adalah si Matahari. Saat persoalan mereka diutarakan kepada si Matahari, maka mereka kaget karena bukannya segera mendapatkan jawaban tetapi malah diminta pulang dan berdamai saja, seraya sang Matahari berkata : “Apabila tidak selesai dalam waktu dua kali dua puluh empat jam maka anda berdua bisa datang kembali kemari”.  Ternyata persoalan tidak kunjung bisa diselesaikan malah semakin meruncing, maka keduanya datang kembali kepada sang Matahari. Saat mereka datang sang Matahari berkata “Apakah anda berdua masih percaya kepada saya ?”, dengan serentak si Bintang dan si Bulan menjawab “Masih”, kemudian sang Matahari berkata lagi “Apakah anda berdua bisa ikhlas menerima jawaban dari saya ?”, kembali lagi mereka berdua menjawab serentak “Ikhlas”.  Nah setelah mendapatkan dua jawaban tersebut berkatalah sang Matahari bahwa empat ditambah satu adalah tujuh. Mendengar jawaban tersebut si Bintang dan si Bulan saling memandang ke wajah mereka masing-masing sambil setengah tidak percaya apa iya jawabannya itu. Maka mereka minta diulangi lagi jawaban tersebut agar mereka yakin. Ternyata sang matahari tetap menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa empat ditambah satu adalah tujuh.

Bintang dan Bulan pulang dengan perasaan jengkel dan tidak puas, ternyata orang yang selama ini dipandang jujur dan adil, arif dan bijaksana ternyata sangatlah bodoh. Akhirnya si bitang dan si Bulan bersepakat untuk datang lagi kepada sang Matahari, karena orang yang lebih hebat dari pada Matahari di desanya sudah tidak ada lagi, pendek kata sang Matahari adalah tokoh satu-satunya yang hebat di desa itu.

Bintang dan Bulan datang kembali dan sang Matahari merasa bangga, ternyata dengan jawaban yang salah itu mereka tidak saling membunuh. Si Bintang dan si Bulan bertanya mengapa sang Matahari menjawab “Tujuh”, sementara mereka meyakini bahwa itu jelas-jelas salah, walau jawabannya masih ghoib antara lima dan enam. Maka dengan sabar dan rendah hati sang Matahari memberikan penjelasan mengapa ia menjawab tujuh. “Dengan saya menjawab tujuh maka saya tidak berpihak kepada salah satu diaantara anda”. “Andaikan saja saya menjawab lima atau enam, maka sudah pasti anda akan saling terbunuh, bagi saya nyawa seseorang lebih berharga sekaligus harus dihormati dari pada pendapatnya”, “Bukankah seseorang itu lebih dihargai karena perbuatan dan tindakannya dari pada sekedar kata-kata dan pendapatnya?”. Mendengar penjelasan itu Bintang dan Bulan menjadi sadar diri, ternyata selama ini mereka hanya berkutat ditataran wacana saja tanpa berbuat secara nyata bagi kemanfaatan umat dan sesama. “sedikit berbuat yang baik, itu lebih baik dari pada sejuta mimpi walau sebaik apapun, mimpi tidak akan terwujud jika anda tidak terbangun dari tidur anda” semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: