AKULTURASI : ANTARA TRADISI DAN INOVASI

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI Primagama

 Setiap zaman memiliki tantangan dan karakteristiknya sendiri-sendiri. Ia mudah dipahami dalam kurun waktu yang begitu lama. Terkadang bisa dimengerti setelah semuanya berlalu dari lintasan waktu yang kita miliki. Pada zaman para nabi, pada zaman para raja berkuasa, pada zaman peperangan dan penjajahan dan seterusnya. Dari semuanya itu bisa dibandingkan, bahwa ada sesuatu yang pada saat itu baru mulai terjadinya (inovasi) tetapi setelah seratus tahun kemudian dia disebut bagian dari sejarah (tradisi). Candi borobudur pada awal dibuat merupakan penemuan mutakhir (inovasi) pada zamannya, tetapi sekarang ini, setelah berjalan beratus-ratus tahun candi tersebut bisa disebut sebagai peninggalan sejarah (tradisi). Terhadap benda yang nyata semua relatif lebih bisa dibandingkan. Namun untuk produk yang tidak nampak tetapi berproses seperti kesenian atau kebiasaan hidup suatu masyarakat di tempat tertentu dan waktu tertentu, yang bisa juga disebut kebudayaan, nampaknya menjadi diskusi tersendiri yang sangat menarik.  Bagi saya, ada suatu pemahaman bahwa semuanya saja, seiring dengan perjalanan waktu sesungguhnya peradaban atau kebudayaan yang ada pada hari ini merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dari pergulatannya dengan waktu yang lalu, dan waktu yang akan datang pun merupakan suatu misteri yang pasti terjadi, yang juga tidak terpisahkan dengan serangkaian kejadian atau peristiwa masa kini. Peradaban, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil dari pergulatan antara nilai-nilai tradisi dan inovasi.  Ketegangangan atau pergumulan antara tradisi dan inovasi akan menemukan peradaban baru berupa akulturasi tatanan nilai, tatanan cara hidup dan tatanan yang lainnya termasuk tatanan sosial dan ekonomi. Bagi saya semua nilai tradisi harus disesuaikan dengan nilai-nilai universal berupa nilai kebenaran, nilai kemanfaatan dan nilai kemanusiaan. Terhadap inovasi baru pun tidak boleh melanggar dari nilai-nilai universal itu. Dengan demikian ada sesuatu yang mesti dihapuskan, dirubah dan digantikan dengan yang baru atau disesuaikan dengan sesuatu yang relatif baru.

Ada beberapa peristiwa yang terkadang mengatasnamakan tradisi tetap dijalankan pada zaman modern ini. Misalnya tradisi ”antrian gunungan” pada puncak perayaan sekaten, yang terkadang memakan banyak korban manusia yang pingsan atau terluka. Tradisi ”antrian apeman raksasa” (membagi kue apem dalam jumlah banyak dan besar), tradisi menyambut ramadhan atau menyambut datangnya perayaan idul fitri dengan antrian membagi ”uang sedekah” yang juga memakan korban manusia. Sebenarnya semuanya itu bisa tetap dijalankan dengan menggunakan manajemen modern. Bagaimana penolakan terhadap datangnya teknologi baru, misalnya pengadaan listrik energi nuklir, pelarangan penggunaan facebook, pelarangan merokok, upaya bayi tabung pada awal-awalnya dll. Pada hakekatnya ada tradisi yang menghambat inovasi, tetapi ada juga ada inovasi yang menabrak tradisi.  Kepiawaian kita (masing-masing pribadi, masing-masing keluarga, masing-masing profesi, masing-masing perusahaan, masing-masing bangsa dan negara) dalam meramu bertemunya antara nilai-nilai tradisi dan inovasi akan melahirkan generasi yang lebih sejahtera dan lebih damai dalam mengarungi periode zamannya. Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan agama hidup menjadi lebih terarah, dengan seni hidup menjadi indah dan dengan berolahraga hidup menjadi sehat dan bergairah. Diwajibkan atas kamu mencari ilmu, dari lahir sampai meninggal dunia, dan barangsiapa berilmu akan lebih tinggi derajatnya. Baik itu ilmu akhirat maupun ilmu dunia. Dunia ini juga milik Tuhan maka sebagai khalifah kita harus menjaganya, tentu dengan ilmu akhirat dan ilmu dunia juga. Serahkan segala sesuatunya kepada ahlinya, apabila tidak maka dunia akan berantakan. Siap atau tidak siap, dunia dan waktu terus berjalan, waspadalah dan ambil keputusan yang bertanggung jawab, dengan demikian benar-benar akan terwujud generasi yang sejahtera dan damai, semoga.

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: