FENOMENA : EKSEKUTIF MUDA MATI MUDA

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

  Pada zaman dimana perubahan begitu cepat, dinamika kehidupan sulit dibendung, maka tidak jarang sebagian dari kita lari sekena-kenanya, yang penting asal cepat, asal ikut berlari-larian. Dampaknya banyak orang lelah dan letih karena aktifitasnya hanya berjalan ditempat bahkan hanya berlari ditempat, capai tetapi tidak ada hasilnya. Tidak mengerti tujuan akhirnya, tidak mengerti strateginya, dan tidak mengerti tahapan proses yang harus dilaluinya. Banyak orang sukses di kantor tetapi harus ditebus dengan kegagalannya dalam biduk rumahtangga. Anak-anak menjadi korban keegoisan orangtuanya, yang masing-masing selalu merasa paling benar. Banyak pula yang sukses di rumahtangga tetapi gagal di bidang pekerjaannya. Di kantor selalu di tegur oleh atasannya, dievaluasi selalu tidak membawa hasil kerja yang bisa dibanggakan oleh kantor tempatnya bekerja. Situasi tersebut seringkali dialami oleh seorang eksekutif muda, baik yang pria maupun yang wanita. Siapapun mereka harus memilih peran yang optimal, optimal di kantor dan optimal di rumahtangga (walau dampaknya terkadang tidak optimal di masyarakat). Seorang eksekutif muda wanita (pria juga) harus selalu tampil prima di depan anak buahnya dan atasannya. Sementara di rumah masih harus mau melayani anak-anaknya dan suaminya (terlebih pada budaya paternalistik), ini mengakibatkan beban hidupnya semakin berat (dan tidak dirasakan), perasaan menjadi tidak bisa tenang, selalu tergesa-gesa, mudah emosi, lupa menjaga pola makan, pola istirahat dan pola olahraga. Tubuh selalu terforsir, pikiran selalu panas, waktu terasa cepat berlalu, bahkan sakit pun tidak dirasakan. Keadaan yang seperti itulah yang mengantarkan mereka cepat sukses muda, tetapi sekaligus juga cepat wafat muda. Sukses muda itu tidak salah, tetapi panjang usia itu juga tetap harus selalu di ikhtiarkan. Boleh sukses muda tetapi jangan mengorbankankan ongkos psikologis (mudah stress) yang teramat mahal (terkadang mengorbankan keutuhan dan keharmonisan keluarga) dan ongkos medis berupa terganggunya kesehatan badan yang menuntut selalu tampil bugar.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar sukses bisa dicapai dengan jalan yang tidak begitu menyiksa. Pertama, lakukan pekerjaan dengan senang hati. Pekerjaan akan bisa disenangi apabila sesuai dengan nurani atau bakat alami. Kedua, kembangkan hobby diluar pekerjaannya yang juga harus sesuai dengan bakat alaminya. Banyak orang sukses dengan kerja keras karena hanya berbasis minat saja, bukan berbasis bakat. Dampaknya, sukses dicapai karena kerja keras, dan kerja keras tidak terasa karena didorong oleh minat yang besar luar biasa, akibatnya mudah jatuh sakit. Hati yang “senang semu” karena mencintai pekerjaannya akan mengakibatkan seseorang mudah stress dan terkuras tenaganya. Berbeda dengan hati yang “senang sejati” yang melakukan sesuatu sesuai dengan bakat alaminya. Ketiga, tidur dan olah raga yang teratur. Keempat, makan dan minum yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, bukan keinginannya. Usia eksekutif muda rata-rata antara 35 tahun sampai 45 tahun.

Selamat atas suksesnya anda di usia muda. Jagalah jiwa dan raga anda secara sungguh-sungguh. Ingat anak-anak anda selalu menanti anda di rumah. Mereka masih membutuhkan kasih sayang anda. Kantor tempat anda bekerja juga sangat membutuhkan kehadiran anda dan karya anda. Orangtua anda juga masih dan selalu membanggakan anda. Jangan sia-siakan harapan mereka semua. Kepenatan anda dalam bekerja harus diimbangi dengan aktifitas anda diluar jam kerja yang menyehatkan dan menyenangkan. Sudahkah anda mengenal bakat alami anda ? Sudahkan anda mengenal hobby anda ? Sudahkah anda olahraga secara teratur ? Sudahkah anda mengkosumsi makanan dan minuman secara benar ? Sudahkah anda mengatur cashflow anda secara wajar ? Pertimbangkan semuanya secara proporsional dan lakukan berdasarkan skala prioritas. Sebagian kita memiliki rumus sukses : Potensi – Hobby – Ambisi – Kompetensi; Bakat – Minat – Sikap – Hebat; Potensi – Hati – Seni – Prestasi; Potensi digali – Tindakan dini – Prestasi tinggi. Bakat dikenali – Minat diseriusi – Prestasi didapati; Bakat hebat – Belajar smart – Prestasi memikat.   Semoga bermanfaat dan Tuhan selalu meredhoi setiap ikhtiar kita. Terimakasih.

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: