HUMAS DAN MARKETING

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

 Membahas disiplin ilmu pemasaran sangatlah beragam dan variatif, dari hal yang teoritis sampai yang aplikatif praktis. Dari hal yang bersifat inteletual akademis (ilmiah) sampai pada hal kasus teknis di lapangan yang penuh hikmah (alamiah). Pemasaran tidak hanya menangani pertukaran saja tetapi pada saat sebelum dan sesudah pertukaran (Basu Swastha, Azas Marketing, hal 11). Sementara menurut Frank Jepkins, PR atau humas itu jauh lebih luas dari pada periklanan atau pemasaran (Frank Jepkins, Public Relations, Hal 2). Dalam tulisan singkat ini saya ingin melihat dari aspek praktis (implementatif) yang ditemukan dari interaksi sehari-hari. Pengalaman saya menemui beberapa perusahaan besar yang memiliki jabatan marketing atau divisi marketing atau bagian humas atau bidang humas dan marketing sangatlah bervariatif. Ada sebagian mereka yang ketika ditemui sangatlah care, ramah dan menyenangkan, ada juga sebagian lagi yang merasa terganggu oleh kedatangan kita. Untuk mereka yang melakukan pekerjaannya dengan care, ramah dan menyenangkan jelas-jelas tidak perlu dibahas. Bahkan sebagian besar dari mereka benar-benar berlatar belakang pendidikan di bidang pemasaran atau setidak-tidaknya pernah berpengalaman melakukan pekerjaan dibidang penjualan dan periklanan. Tetapi khusus mereka yang melakukan pekerjaan kehumasan atau pemasaran tetapi tidak ramah, berpikir negatif, bahkan merasa akan diganggu oleh tamu yang datang untuk menemuinya mereka, rata-rata justru mereka telah memiliki pendidikan yang terlanjur tinggi (terlanjur prestise dibidangnya) tetapi tidak punya pendidikan dibidang pemasaran (berbeda dengan orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi di bidang apapun, tetapi punya pengalaman nyata pada bidang penjualan dan periklanan). Mereka merasa dengan sekedar membaca buku pemasaran sudah merasa paham segalanya tentang pemasaran sebagaimana orang yang benar-benar belajar dalam bidang itu. Anehnya lagi sebagian mereka memiliki gelar sarjana dan sebagian mereka ada pada jenjang pendidikan strata dua (S-2). Untuk mereka itu nampaknya perlu membaca beberapa Tips singkat sebagai motivasi, inspirasi atau bahkan komparasi guna mendukung pekerjaannya sekarang ini (sebagai manajer pemasaran atau humas). Ada beberapa tips untuk menjadi seorang yang profesional di bidang kehumasan dan atau pemasaran. Pertama, sebagai seorang humas (hubungan masyarakat atau public relation) siap ditemui orang lain dan siap menemui orang lain, bukankah pekerjaan utamanya berhubungan dengan orang lain guna menciptakan citra yang baik. Kedua, sebagai seorang marketer, tentu tugasnya adalah melayani tamu yang datang atau mendatangi pihak lain dalam rangka memperkenalkan produknya. Aneh sekali bin ajaib bila ada seorang berstatus sebagai manajer marketing tidak pernah keluar untuk mempromosikan produknya, juga tidak mau menerima tamu yang datang untuk menemuinya. Menemui orang lain tidak mau, ditemui orang lain juga tidak mau. Lantas mau kerja apa dia ! Ada banyak keuntungan apabila kita sebagai orang  marketing ditemui oleh pihak luar. a) Bila yang datang adalah konsumen kita (pelanggan), maka kita bisa menampung kritikannya (bila tidak puas) atau bahkan mendengarkan cerita tentang  rasa puasnya untuk pembelian berulang (re-order). Kritik yang masuk dari pelanggan kita itu adalah guru yang baik untuk mengadakan perubahan atau kontrol terhadap kinerja kita atau anak buah kita. Lebih baik dia mengkritik pada tempat yang benar dari pada pada tempat yang salah. b) Bila yang datang adalah sama-sama seorang marketer dan ia ingin menawarkan produknya kepada kita, maka kesempatan itu bisa digunakan untuk mengetahui perkembangan terbaru dari produk yang ada (baik yang berhubungan dengan produk kita maupun yang tidak berhubungan dengan produk kita). Peluang yang lainnya juga menggambarkan bahwa perusahaan kita telah diperhitungkan oleh mereka, sehingga mereka mau datang kepada kita.  Itu adalah “kesempatan emas” bagi seorang  manajer pemasaran atau humas (di bidang apapun) untuk gantian mengenalkan produknya pada orang yang datang tersebut. Saat orang diterima dan didengarkan maka ia akan lega, dan saat dia lega kemudian gantian kita menawarkan produk kita, maka ia pun akan empati. Akan berbeda kalau menemui mereka saja kita tidak mau, maka akan ada kesan bahwa perusahaan tempat kita bekerja adalah s tidak ramah dan tidak peduli. Ingat sebagai manajer pemasaran atau humas, performa kita dalam bekerja selalu mewakili performa perusahaan kita. Ketiga,  bekerja dengan ramah dan sepenuh hati. Bagaimana bisa menunjukkan sikap ramah kita kepada orang lain kalau bertemu kepada orang lain saja tidak pernah mau. Keempat, berpikirlah positif, bahwa setiap orang adalah kesempatan untuk berpromosi, termasuk orang yang datang atau yang kita datangi. Orang yang datang akan promosi pun akan kita promosikan produk kita, jadi malah tidak perlu repot kita yang datang kepada mereka bukan ?. Kelima, pandai-pandailah menangkap peluang di setiap kesempatan. Sekarang ini kompetisi bisnis dibidang apapun semakin tinggi dan sangatlah kompleks. Lihatlah “setiap orang” adalah sebagai calon konsumen kita (sekarang atau kelak dikemudian hari), sebagai sumber inspirasi, sebagai sumber informasi (jangan-jangan mereka kenal lebih jauh terhadap kompetitor produk atau perusahaan kita), sebagai feed back terhadap perusahaan kita, bahkan sebagai calon tenaga pemasar produk kita.

Nah pertanyaannya adalah apakah pekerjaan sebagai manajer pemasaran atau humas yang kita lakukan sudah sesuai dengan pendidikan formal yang kita miliki ?. Kalau belum, pertanyaan berikutnya adalah “apakah sudah sesuai dengan bakat kita ?”. Sudahkah kita ramah kepada semua relasi yang akan menemui kita ?. Sudahkah kita memiliki prestasi dan reputasi besar selama ini pada pos kita sebagai manajer pemasaran ?. Semua pertanyaan tersebut harus dijawab dengan hati yang jujur dan kinerja yang nyata. Apabila jawabannya minus maka pemilik perusahaan (dewan komisaris) harus mengambil sikap dan tindakan yang tegas, apabila tidak maka dampaknya akan menjadi buruk (bencana) bagi perusahaan anda. Semoga itu tidak terjadi dan  Semoga tulisan ini bermanfaat, setidak-tidaknya bagi pemerhati dunia pemasaran.

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: