KARYAWAN BERPRESTASI

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

 Perusahaan mana yang tidak menginginkan punya karyawan yang berprestasi. Dengan karyawan yang berprestasi maka bisa diharapkan perusahaan akan tumbuh produktif, berkembang dan berkesinambungan. Tetapi pada zaman sekarang ini sering kita temui fakta bahwa karyawan yang berprestasi sering banyak menuntut sementara yang tertib dan disiplin tidak memiliki prestasi apapun. Pertanyaannya muncul mengapa bisa demikian ?

Waktu berjalan begitu panjang dan tanpa terasa rutinitas demi rutinitas telah membelenggu kita untuk tenggelam pada kebiasaan saja yang kemudian membeku sekedar menjadi tradisi. Manajer personalia yang tidak kreatif akan melahirkan budaya kerja yang juga tidak kreatif. Tanpa disadari rutinitas dan tradisi pada perusahaan telah membelenggu kreatifitas orang-orang yang ada di dalamnya. Mereka selalu sibuk dengan kondisi internal perusahaannya saja, mereka lupa bahwa di luar sana ada banyak produk baru, karyawan baru dan perusahaan baru yang telah siap ikut berkompetisi untuk merebut pasar agar menjadi juara. Perusahaan yang gagal biasanya hanya bisa mengenali kualitas produk pesaingnya saja (yang hanya nampak dipermukaan), dan tidak mengenali secara lebih dalam bagaimana kualitas SDM atau kualitas para pegawai dari perusahaan pesaingnya. Untuk produk barang hal tersebut masih bisa ditolerir, tetapi untuk bidang jasa maka mengetahui kualitas SDM dari perusahaan pesaing menjadi kebutuhan yang sangat mutlak.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas perusahaan menjadi unggul. Pertama adalah kualitas produk yang ditawarkan. Kedua, pelayanan yang memuaskan. Ketiga, komunikasi pemasaran yang efektif dan mengenai jantung sasaran. Keempat, kualitas SDM nya. Kunci dari keempat aspek tersebut sebenarnya terletak pada kualitas dan kreatifitas Sumber Daya Manusianya. SDM yang unggul akan melahirkan produk yang unggul. Diskusi menjadi menarik ketika masing-masing kita bertanya apa saja indikator SDM unggul itu ? Ada yang memasukkan aspek fisik, orangnya ganteng / tampan, cantik dan menarik. Tetapi tidak jarang yang ditemukan justru hanya hardwarenya saja yang bagus tetapi softwarenya tidak jalan, misalnya cara berpikirnya, bahkan yang sangat mahal adalah attitudenya, semangat untuk berjuang, berkorban dan punya jiwa pantang menyerah. Biasanya orang yang tampan dan cantik terlalu sering mendapatkan sanjungan dan pujian, sehingga membuat terlena akan pentingnya jiwa dan mental berjuang. Ada lagi yang mengatakan bahwa indeks prestasi studinya juga sangat penting. Indeks prestasi yang didapatkan dari model pembelajaran mono intelligence, kurikulum yang berubah-ubah, bentuk komunikasi yang hanya satu arah, dan hanya mengejar terget nilai semata, tidak akan pernah menghasilkan SDM yang unggul, kalau toh ada probabilitasnya sangatlah kecil. Kurikulum yang berubah-ubah akan melahirkan kualitas SDM yang juga berubah-ubah. Kurikulum yang berkualitas rendah juga akan melahirkan SDM yang berkualitas rendah (apalagi jika para pendidiknya juga kualitasnya rendah dan tidak jujur pula). Sehingga pada era dimana kompetisi antar perusahaan bersaing dengan ketat, maka merekrut karyawan juga haruslah ketat. Rekrutment yang asal-asalan akan melahirkan SDM yang asal-asalan pula. Misalnya hanya mensyaratkan angka IP tinggi, penampilan menarik dan menawan. Dalam kondisi dimana metode pembelajaran penuh ketidakpastian, maka masih ada alternatif mengamati perjalanan prestasi calon karyawan dari pengalamannya berorganisasi diluar sekolah. Tidak jarang jiwa kepemimpinan dan prestasi seseorang didapatkan dari pengalamannya berorganisasi, bukan pengalamannya mencari ilmu di sekolah. Dengan berorganisasi, maka aspek emosinya akan teruji di alam nyata, bakat alaminya juga akan berkembang tanpa paksaan dimana ujian sekolah formal terkadang hanya membuat cemas saja yang berdampak pada tumpulnya kreatifitas. Banyak orang sukses berkarir yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Itu menggambarkan bakat alami yang belum dikenali, memilih pendidikan yang tidak sesuai dengan bakatnya, dan kurikulum yang tidak memberikan kepastian jaminan prestasi. Orang berprestasi adalah orang yang terbaik pada bidangnya. Sudahkah kurikulum dimana kita pernah sekolah sudah fokus dan tidak berubah-ubah ? Dari gambaran diatas saya tidak begitu sepaham apabila karyawan yang berprestasi itu hanya berasalkan dari mereka yang IP nya tinggi saja. Karyawan yang berprestasi adalah mereka yang berbakat dan memiliki karya nyata. Karyawan yang berbakat itu tidak hanya ditunjukkan ketrampilannya di bidang musik, seni atau olahraga saja. Bakat seseorang bisa meliputi bakat seni, bakat olahraga, tetapi juga bakat ilmu pengetahuan dan teknologi serta bakat kepemimpinan. Perusahaan yang akan bisa bertahan dan unggul pada zaman sekarang ini adalah perusahaan yang para pegawainya memiliki bakat kepemimpinan, yang elemennya terdiri dari aspek kecerdasan intrapersonal, interpersonal, linguistic dan logic matemathic. Sudahkah anda mengetahui bakat anda sendiri agar bisa menjadi karyawan berprestasi ? Sebagai pimpinan yang membawahi banyak pegawai tetapi tidak kenal bakat alaminya, akan berdampak kepada tingkat kepercayaan anak buah kepada dirinya semakin rendah.  Betapa sakitnya menjadi pemimpin yang tidak dihormati oleh para anak buah. Pemimpin yang sukses dan tidak kenal bakat alaminya akan dilihat oleh anak buahnya hanya sebagai “prestasi yang kebetulan”, “prestasi bernasib baik” atau kata orang hanya sebagai “orang bejo”. Tentu kita harus membuktikan kepada mereka bahwa prestasi yang kita dapatkan adalah prestasi yang memang telah sesuai dengan bakat alami kita dan perjuangan gigih yang pantang menyerah. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: