MENGENALI BAKAT (TALENTA) ATAU MENUNGGU SAMPAI KITA CACAT

 Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI Primagama

 

 INTRODUCTION. Semakin sempurna jumlah anggota tubuh yang dimiliki seseorang biasanya justru semakin mempersulit orang tersebut untuk menentukan mana bakat sebenarnya yang harus ia kembangkan. Indra mata ingin dioptimalkan, pendengaran juga demikian. Kaki ingin dioptimalkan, ketrampilan tangan juga ingin dioptimalkan. Lidah ingin dioptimalkan, mulut juga ingin dioptimalkan. Karena banyak hal ingin dioptimalkan, sementara pengetahuan tentang penelusuran bakat sangat minim, maka yang terjadi justru orang tersebut tidak bisa fokus dan tidak bisa optimal perkembangan prestasinya dalam mengarungi kehidupannya. Tidak jarang justru ia akan tertinggal dalam prestasi hidupnya dibandingkan orang yang cacat. Orang yang cacat kakinya, dipaksa oleh keadaan untuk tidak mengembangkan dan berkhayal tentang prestasi didunia olahraga lari marathon. Dengan demikian kesempatan untuk menghabiskan waktu, tenaga dan biaya dalam bidang olahraga itu tidak akan pernah dicoba. Ia bisa menghemat energinya untuk digunakan kepada bidang lain yang sesuai dengan sisa anggota tubuhnya yang masih ada. Orang buta tidak akan mencoba ketrampilannya untuk melukis. Demikian pula orang bisu tidak akan mengembangkan keahliannya untuk pidato. Jadi terkadang orang cacat justru lebih efisen dan fokus dalam pengembangan prestasinya. Pertanyaannya apakah kita harus menunggu menjadi orang cacat terlebih dahulu  agar kita bisa lebih efisien dan fokus dalam pengembangan prestasi kita ? jawabannya tentu tidak. Karena tidak harus mennunggu menjadi orang cacat maka pilihan lainnya adalah kita harus berani menentukan prestasi mana yang harus diraih dari sekian potensi yang kita miliki. Kita tidak mungkin menjadi juara untuk semua bidang kehidupan. Lebih baik terpaksa masuk ke surga dari pada sukarela tetapi malah masuk ke neraka.

 YAKIN ATAS PILIHAN. Karena kita ingin fokus dan lebih efisien dalam pengembangan prestasi kita maka upaya yang paling rasional dan intelektual adalah dengan memulai mengenali bakat kita terlebih dahulu. Setelah bakat dapat kita kenali maka tugas berikutnya adalah meyakininya dengan tulus dan sepenuh hati. Setelah kita yakin maka langkah berikutnya adalah mencari lingkungan yang sesuai dengan bakat yang ada tersebut. Lingkungan bisa kita dapatkan melalui orang yang ahli dibidangnya, yang berikutnya adalah proses pembiasaan dan pengulangan secara simultan terus-menerus. Dengan upaya yang seperti itu maka tidak mustahil orang yang cacat saja bisa mencapai prestasi yang luar biasa apalagi bagi mereka yang dikarunia kesempurnaan dalam anggota tubuhnya.

 CARA MENGENALI BAKAT DALAM DIRI KITA. Pada abad ini telah ditemukan suatu teknologi yang mutakhir yang dapat digunakan oleh kita untuk mengenali dimana letak bakat kita yang sebenarnya. Apa kelebihan kita dan seperti apa potensi kita. Teknologi tersebut diciptakan sedemikian rupa sehingga mampu membaca bakat kita melalui kesepuluh sidik jari tangan kita. Tes pengenalan bakat ini hanya berlaku untuk sekali seumur hidup (sehingga sangat murah dan efisien). Karena memang Tuhan memberikan talenta sejak kita dilahirkan dan talenta itu harus kita baca. Tugas teknologi ini adalah untuk membaca dan mengenali bakat secara akurat. Tugas berikutnya adalah meyakininya kemudian mengembangkan sesuai dengan bakat yang direkomendasikan. Prinsip teknologi ini adalah ”jangan mengubah bakat kita, tetapi kembangkanlah bakat yang paling potensial yang ada pada diri kita”. Mengubah bakat lebih sulit dari pada mengembangkannya. Dan menemukan bakat lebih sulit dari pada mengubahnya. Dermatoglyphics Multiple Intelligence  (DMI) memberikan alternatif solusinya.

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: