PENDIDIK

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo, M.Si.,

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

  Betapa penting dan mulianya peran tenaga pendidik bagi suatu negara dan bangsa. Bangsa yang kuat adalah bangsa dimana SDM nya kuat. Dan SDM yang kuat dilahirkan dalam dunia pendidikan yang berkualitas, baik itu pendidikan formal, informal dan nonformal. Ketiga pilar tersebut harus mau bekerjasama, bahu membahu untuk mewujudkan insan-insan terdidik, insan-insan yang memiliki kompetensi inti guna menghadapi era globalisasi. Egoisme sektoral justru akan memandulkan “dunianya” sendiri. Kreatifitas cenderung mudah dilahirkan ketika masing-masing kita saling memberi inspirasi dan saling tolong-menolong satu sama lain. Beban berat menjadi relatif ringan untuk kita pikul. Reformasi di negeri Indonesia menjadikan bukti kesekian kalinya bahwa “kekuatan manapun ternyata bisa ditumbangkan”, “kekuatan apapun ternyata bisa runtuh atau diruntuhkan”. Apalagi bagi suatu sektor yang terbukti belum kuat dan belum mampu mewujudkan prestasi nyata yang membanggakan bagi dunia.

Tenaga pendidik adalah mulia, dan kemuliaan itu hadir karena beratnya beban yang harus diwujudkan. Maka manakala beban berat tersebut tidak bisa diwujudkan, itu berarti kemuliaan tersebut gugur dengan sendirinya. Mari kita bantu para tenaga pendidik untuk mewujudkan mimpi besar yang mulia tersebut. Siapa yang tidak senang memiliki anak yang berprestasi, siapa yang tidak bangga tinggal di suatu negara yang para penduduknya sarat dengan prestasi. Sehingga ketika para tenaga pendidik bisa melakukan aktivitasnya dengan baik dan maksimal, maka kita-kita sebagai orangtua (siswa), sebagai warga negara pun akan menikmati hasilnya, tinggal disuatu negara yang berbudaya, beradab, berpendidikan dan berprestasi.

Ada beberapa hal yang nampaknya perlu diperhatikan bagi dukungan dan eksistensi tenaga pendidik. Pertama, keahlian, ketrampilan dan kompetensi inti dari tenaga pendidik itu sendiri. Kedua, sarana fisik berupa tempat, lokasi berlangsungnya suatu proses belajar-mengajar. Ketiga, rencana pembelajaran yang sering disebut kurikulum.

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang aspek yang ketiga, yaitu pentingnya kurikulum bagi eksistensi profesi tenaga pendidik dan kualitas peningkatan mutu siswa. Ibarat sebuah kendaraan, sebaik-baiknya suatu kendaraan apabila tidak dipegang (dikemudikan) oleh sopir yang handal ia tidak bisa berlari cepat sekaligus nyaman sampai ke tujuan. Dan sebaik-baik kendaraan berikut sebaik-baik pengemudinya, jika tidak disediakan jalan yang lapang, halus-mulus, dan berambu-rambu yang jelas, maka bisa menyebabkan lambatnya sampai ke sebuah tujuan dan bahkan bisa kesasar ke suatu tempat yang tidak dikehendaki. Nah itulah pentingnya suatu kurikulum dalam proses mencetak anak-anak generasi masa depan menjadi generasi juara. Investasi fisik yang mahal (penyediaan sarana belajar, buku dan ruang kelas) dan tingginya investasi pelatihan bagi para tenaga pendidik, akan menjadi sia-sia, terhambat “hanya karena design  kurikum yang tidak direncanakan dengan baik dan profesional”. Kurikulum sebagai rencana pengajaran adalah bagian dari suatu stimulasi yang diberikan kepada peserta didik agar bisa mengembangkan potensi dirinya. Bagaimana bisa potensi peserta didik berkembang secara optimal jika kurikulum yang diberikan tidak sesuai dengan potensi peserta didiknya. “Jangan menghadirkan guru melukis kepada anak yang buta” itu berarti kenali potensi peserta didik terlebih dahulu baru ditetapkan strategi pemberian stimulasinya (kurikulumnya). Standar operating procedure dalam proses pengajaran adalah : Kenali potensi terlebih dahulu, kemudian pilihkan stimulasi yang relevan dengan potensinya, dan hasilnya adalah prestasi, sebagai konsekuensi dari interaksi antara stimulasi dan potensi.

Para tenaga pendidik, pemerhati dunia pendidikan dan para orangtua siswa sudah sangat mengetahui berapa banyak kurikulum di negeri ini telah diciptakan, diganti dan diperbaiki. Berapa judul buku dan berapa nama penerbit telah diajak kerjasama. Berapa kali ruang kelas dan gedung sekolah direnovasi. Berapa kali peserta didik diajak berkompetisi turut serta pada acara olimpiade dan lomba-lomba. Tetapi, sudah cukup seriuskah kita mengenali bakat-bakat mereka siswa-siswa kita ? Sudah merasa yakinkah kita terhadap potensi tersembunyi anak-anak kita dalam kehidupan sehari-harinya ? Ciptakan visi berbasis potensi, tetapkan dan pastikan cita-cita berbasis talenta. Kenal bakat sejak dini lebih mudah meraih prestasi. Semoga anak-anak kita tidak sedang berada dalam suatu kendaraan yang nyaman dan mahal harganya, sopirnya lincah dan cekatan, tetapi tidak pernah sampai ketujuan yang dikehendaki, tidak pula sampai ketujuan yang hakiki. Terlebih jika anak-anak kita berada dalam suatu kendaraan yang tidak laik jalan dan sopir yang ugal-ugalan. Bila ada yang tidak berkenan mohon maaf, dan semoga membawa manfaat. Salam sukses untuk dunia pendidikan Indonesia dan salam berprestasi untuk semua anak negeri. Terimakasih.

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: