TANPA BAKAT SUKSES AKAN MENJADI SEMU !

 

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI Primagama

 

INTRODUCTION. Dalam sebuah artikel, saya pernah membaca bahwa untuk menjadikan kita sukses, maka seseorang tidak membutuhkan bakat. Menurut artikel itu kita membutuhkan hal lainnya berupa paradigma yang benar, pola berpikir yang terarah dan sikap yang tangguh. Dikesempatan lain saya juga pernah mendengar dari seorang presenter bahwa bayak orang gagal bukan karena ia tidak berbakat, tetapi karena ia kurang berpengalaman dan salah strategi. Sehingga apa sih artinya bakat itu ? Sekilas kita dengar semuanya nampak menjadi benar 100 %. Benar juga ya ternyata orang yang tidak membutuhkan bakat tetapi bila kerja keras bisa sukses juga. Dan ternyata terbukti juga ya, bahwa orang yang berbakat sekalipun, bila tidak punya pengalaman ia akan gagal juga ! Lantas bagaimana pendapat kita sendiri ?? Menerima begitu saja atau ada cara pandang dan variabel lain ?

TIDAK MEMBUTUHKAN BAKAT. Pernyataan itu nampaknya harus kita cermati maknanya setahap demi setahap. Bakat itu kebutuhan atau keinginan ? Bila itu kebutuhan dari mana kita mendapatkan ? Dan bila itu keinginan dari siapa kita penuhi ? Bila kebutuhan akan bakat itu bisa dipenuhi dari orang lain, maka pertanyaannya adalah: Bisakah bakat itu dibagi ? (berbagi bakat?) Bakat itu aspek inherent bawaan dari sejak lahir atau diciptakan setelah kita terlahirkan ? Bila bakat sudah ada sejak kita lahir, mengapa tidak kita optimalkan sekaligus kita syukuri ? Sudah benarkah sikap kita bila kita menyia-nyiakan keberadaan bakat ? Kalau ada setelah kita terlahirkan, maka bagaimana kita menciptakan bakat itu agar ia menjadi ada ? Lantas apa bedanya bakat dengan minat ? Dan seterusnya dan seterusnya.

TERNYATA ORANG BERBAKAT JUGA GAGAL. Ya memang ada kasus orang berbakat yang gagal. Pertanyaannya adalah apakah mereka sudah tahu bahwa mereka punya bakat selama ini dibidang yang dimaksudkan itu ? Darimana mereka tahu bakat mereka itu ? Jangan-jangan mereka salah duga, bahwa apa yang ia persepsikan bakat itu sesungguhnya bukan bakat yang sebenarnya. Pertanyaan berikutnya adalah Apakah semua orang yang ”pasti tidak berbakat itu” juga pasti sukses dalam karirnya atau dalam kehidupannya ? Yang berbakat saja belum tentu sukses, apalagi yang tidak berbakat.

SUKSES YANG SEMU. Bakat adalah potensi internal dari seseorang. Bisa saja kesuksesan seseorang itu dipengaruhi oleh faktor yang eksternal berupa stimulan, pendidikan dan lingkungan. Tetapi itu akan mudah rapuh bila tidak dijiwai oleh dorongan nurani yang paling dalam. Nurani yang paling dalam yang teridentifikasi itulah biasanya disebut bakat. Maka kesuksesan seperti itu akan menjadi semu belaka. Nampak luarnya sukses (bahagia), tetapi nuraninya tidak ada kemerdekaan, tidak ada kenyamanan. Bekerja bukan karena ”tanggungjawab nurani” tetapi karena ”tanggungjawab fisik” (takut kelaparan, takut tidak kaya, takut di PHK, dll). Kebahagian akan mudah didapatkan (mudah dirasakan, mudah diciptakan) bila ada kesesuaian antara bakat inherent (nurani) dengan aktifitas yang dijalaninya. Kesulitan dan tantangan berat sekalipun akan dihadapinya bila itu sesuai dengan bakat inherentnya. Daya juang semakin gigih secara alami, bukan dorongan eksternal (apalagi dorongan yang sangat fisiologis). Dengan demikian kebahagiaannya akan semakin lebih sempurna bila dibandingkan dengan kebahagiaan yang berbasis dorongan eksternal.  Sukses karena faktor eksternal (tanpa bakat) menjadi semu (bersifat sangat sementara dan mudah berubah-ubah). Sementara sukses yang semata-mata karena faktor internal saja (hanya bakat semata) menjadi tidak optimal (ia bahagia tetapi hanya untuk dirinya sendiri, belum maksimal untuk orang lain)

KESIMPULAN. Bahwa variabel untuk menjadi sukses itu sangat variatif, heterogen dan sangatlah kompleks. Karena sangat kompleksnya itulah berbicara tentang sukses menjadi sesuatu yang selalu sangat menarik untuk disimak. Siapa sih orang yang tidak mau tahu jalan menuju sukses ? Dan siapa sih orang yang tidak ingin dalam hidupnya itu diisi oleh kesuksesan demi kesuksesan ?  Maka menjadi wajar bila ikhtiar demi ikhtiar selalu saja diupayakan demi ”makhluk” bernama sukses itu. Dari beberapa ulasan didepan tadi, dapatlah disimpulkan (sementara) bahwa kesuksesan adalah kombinasi kinerja yang optimal antara BAKAT, MINAT dan CARA HIDUP YANG SEHAT. Ketiga-tiganya sangat penting dan saling berhubungan erat satu sama lainnya. Semoga bermanfaat !

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: