TAK ADA YANG ABADI

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

  “Tak ada yang abadi” serangkaian kata yang sederhana tetapi penuh makna, sebuah kalimat yang simpel tetapi sulit terjemahannya. Semua makhluk tidak ada yang abadi, baik yang hidup maupun benda mati, baik yang pegang jabatan tinggi apalagi yang luntang-lantung tanpa tujuan yang pasti, dia berlaku tidak pernah mengenal kasta dan zona, tidap pernah mengenal waktu dan cuaca, semuanya terlibas dan tenggelam dalam ketidak-abadian, yang abadi hanyalah Khalik Sang Pencipta yang serba Perkasa.

Bagi orang sukses ketidak-abadian harus ditafsirkan sebagai hal yang menuntut kehati-hatian dan ketidak-terlenaan, menuntut kebersyukuran dan kesederhanaan, dengan demikian kesuksesannya akan relatif lebih langgeng diantara yang tidak langgeng. Sedangkan ketidak-abadian bagi orang yang gagal adalah sebagai rasa introspeksi diri dan dan peningkatan daya juang yang lebih tinggi, tidak mudah putus asa dan berjiwa penuh kesatria, sabar dan  bertindak lebih optimis, dengan demikian kegagalannya akan segera relatif cepat pergi dan berlalu relatif tanpa mengganggu, dan seterusnya-dan seterusnya.

Setiap zaman pun demikian, penuh ketidak-abadian. Bumi dan seluruh isinya pun tidak pernah akan abadi. Karena “tidak abadi” itulah maka semua berjalan silih berganti. Ada zaman purbakala, ada zaman batu, ada zaman kegelapan, ada zaman pencerahan.

Maka dalam menjalani hidup dan kehidupan ini kita perlu menyikapi hidup secara arif dan bijaksana, secara sabar tetapi taktis dan strategis, secara cerdas lagi hati-hati dan penuh kesantunan, secara cepat tetapi masih dalam kebersamaan dan kedamaian. Yang abadi dan tetap dalam kehidupan ini adalah 1) Tuhan Sang Maha Perkasa 2) Prinsip 3) Pilihan dan 4) Ketidak-abadian itu sendiri, termasuk pendapat saya ini dan pendapat anda semua tentang apapun jua.

Pertanyaannya adalah, hikmah apa yang bisa kita petik dari ketidak-abadian itu ? Pertama, selesaikanlah setiap pekerjaan dengan segera dan bersungguh-sungguh, karena waktu pun tidak abadi, iya kalau kita masih hidup kalau tidak, maka kita akan menyesal. Kedua,  optimalkan segenap potensi yang kita miliki. Bisa potensi material maupun potensi immaterial, bisa potensi diri maupun potensi lain yang kita miliki. Misal kekayaan dan kemampuan yang kita miliki dioptimalkan untuk urusan-urusan yang baik, bermanfaat dan produktif, baik produktif secara sosial-kemanusiaan maupun produktif secara ekonomis, kepemilikan juga tidak abadi, iya kalau kita masih memiliki maka masih punya kesempatan bisa memberi, coba kalau semua apa yang kita miliki sudah terlanjur pergi, apa yang bisa kita berikan ? semuanya terlanjur kembali menjadi tidak ada lagi. Ketiga, manfaatkan alam dengan ilmu secara alim. Tumbuhan itu bagian dari alam, hewan juga demikian, manusia tidak terkecuali, air, api, udara, logam, tanah, kayu, cahaya. Manusia adalah bagian dari alam / makhluk yang diberi akal-pikiran untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya, dan perkembangan itu bisa dicapai melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar perkembangannya tidak salah arah dan tidak menyesatkan diri maka ilmu itu harus digunakan secara alim (baik dan bermanfaat). Sudahkah kita menyambut dengan baik setiap amanah yang telah datang pada kita ? Sudahkah kita mengoptimalkan segenap potensi yang kita miliki ? Sudahkah kita menghadapi ketidak-abadian dengan iptek dan imtaq ? Semoga kita dimasukkan dalam golongan orang yang selalu berikhtiar dan senantiasa bersyukur walau dalam ketidak-abadian, merencanakan masa depan dan peduli pada kehidupan juga masih diperlukan walau dalam ketidak-abadian, ataukah anda akan berkata “Ah buat apa mencari ilmu dan berikhtiar toh pada akhirnya semua tidak abadi”. Semua pilihan ada ditangan anda, dan semoga anda mendapatkan yang terbaik dari yang telah ada. Semoga !

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat Situs : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

2 Comments

  1. Benar, ke fanaan kita ternyata menyimpan banyak mutiara hikmah sebagaimana uraian diatas..moga kita sebagaimana manusia yg tidak abadi di alam fana ini memanfaatkan waktu dunia yg tidak abadi, memaksimalkan kinerja dg waktu dn potensi yg terbatas…

  2. Semua dalam bingkai “ketidak-abadian”.
    Marah tidak abadi, tersenyum tidak abadi. Sukses tidak abadi, gagal juga tidak abadi, Semangat tidak abadi, malas juga tidak abadi.
    Nah dalam “ketidak-abadian” kita bebas memilih apa yang akan kita perbuat bagi diri kita dan sesama. Salam sukses selalu. Tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: