SUKSES : JANGAN TANGGUNG-TANGGUNG


Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

Dalam sehari-sehari dimasyarakat sering kita dengar istilah atau kalimat “jangan tangung-tanggung”.  Biasanya dalam keseharian istilah itu digunakan ketika seseorang sedang memberikan komentar terhadap orang lain yang sedang menghadapi persoalan hidup yang menurut mereka relatif cukup berat “makanya hidup itu jangan tanggung-tanggung”. Dalam khazanah ilmu manajemen kalimat “jangan tanggung-tanggung” dikenal atau disepadankan dengan istilah “perencanaan yang matang”. Sedangkan dalam dunia entrepreneurship disebut “bertindak total”, sementara dalam idiom ilmu psikologi disepadankan dengan istlah “bersikap sepenuh hati”.

Pertanyaannya adalah apakah kita dalam bersikap “tidak tanggung-tanggung” itu harus menunggu sampai kita menemui masalah terlebih dahulu ? Apalagi setelah masalah yang kita hadapi sudah relatif berat. Untuk menjawab semuanya itu secara dewasa, maka ada baiknya bahwa sebaiknya dalam bersikap “tidak tanggung-tanggung” itu harus diaplikasikan sejak dalam proses suatu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Sudahkah kita dalam membuat perencanaan tidak tanggung-tanggung ? Sudahkah kita dalam melaksanakan sesuatu itu sudah tidak tanggung-tanggung ? Sudahkah kita dalam melakukan suatu pengawasan tidak tanggung-tanggung ? Sudahkah kita dalam melayani pelanggan / klien / nasabah / mitra / bahkan melayani anak-anak kita dengan tidak tanggung-tanggung ? Sudahkan kita dalam menentukan suatu pilihan dengan tidak tanggung-tanggung ? Tentu kita semua harus menjawabnya dengan pola pikir dan pola tindak yang positif.

Biasanya orang yang gagal adalah orang tidak pernah berbuat apa-apa atau berbuat tetapi penuh keraguan atau tidak sepenuh hati atau tidak secara total atau serba tanggung-tanggung.

 

BAGI PARA PENGASUH / PENDAMPING (ORANGTUA DAN GURU)

Marilah kita layani anak-anak kita, siswa-siswa kita dengan sepenuh hati dan jangan tanggung-tanggung. Mereka adalah amanah bagi kita, cegahlah agar tidak menjadi fitnah bagi orangtua maupun bagi kita sebagai guru. Siswa-siswa kita adalah tanggungjawab yang dipercayakan kepada guru. Pekerjaan sebagai guru adalah amanah yang mulia, dan kemuliaannya itu terletak pada besar dan beratnya tanggungjawabnya tersebut. Tanggungjawab itu adalah meliputi sukses tidaknya anak didiknya, cerdas tidaknya siswanya, bermoral tidaknya dam seterusnya. Sebagai guru jika tidak sanggup memikul tanggungjawab mulia tersebut maka demi kata “jangan tanggung-tanggung” lebih baik mengundurkan diri saja dari pada mendapat predikat “tidak bertanggungjawab’ atau siap menerima “fitnah” yang lebih kejam dari pembunuhan. Sedangkan bagi para orangtua di rumah, jika anda bersikap tanggung-tanggung, maka bagi anda tidak pernah ada kesempatan untuk “mengundurkan diri sebagai orangtua”, maka pasti anda akan mendapatkan fitnah. Untuk itu, sebelum semuanya terlanjur terjadi mari para orangtua di rumah, guru di sekolah dan tenaga pengajar di lembaga-lembaga kursus untuk saling bekerjasama memikul tanggungjawab yang sangat berat tetapi mulia. Karena menyadari betapa beratnya tanggungjawab itu maka pemerintah telah membentuk payung hukum atas pemikiran yang digagas oleh bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yaitu konsep Tri Pusat Pendidikan yang meliputi pendidikan informal, pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Ketiga pilar pendidikan itu sah, diakui negara dan sangat bermanfaat. Orangtua bukan segala-galanya maka masih butuh guru yang ahli dibidangnya, dan guru bukan dewa yang serba bisa maka masih butuh alternatif kursus yang dipandang berpengalaman didunianya. Berikan kesempatan anak-anak atau siswa mengembangkan kemampuannya melalui bakat dan minatnya. Selama semuanya baik bagi masa depannya pendidikan apapun yang sesuai dengan bakat dan minatnya harus kita dukung entah itu di rumah, di sekolah atau di lembaga-lembaga kursus yang diselenggarakan oleh masyarakat.

 

BAGI PARA PENCARI ILMU (PELAJAR, MAHASISWA, SANTRI)

Tuntutlah ilmu walau jauh ke negeri China, carilah ilmu dari lahir sampai meninggal dunia, barang siapa berilmu akan dinaikkan sederat lebih tinggi dari yang lainnya, tidurnya orang berilmu lebih mulia dari pada ibadahnya orang yang bodoh, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan tanpa ilmu hidup akan menjadi susah dan tanpa arah.

Dengan demikian tidak ada alasan bagi para pencari ilmu (Pelajar, Mahasiswa, Santri) untuk tidak semangat dalam menuntut ilmu sebagai bekal mempersiapkan masa depannya. Ingatlah orangtua kita pada saatnya nanti pasti akan dipanggil Tuhan Yang Maha Perkasa dan kita harus siap hidup mandiri tanpa kehadiran mereka. Wahai Pelajar , Mahasiswa dan Santri Indonesia janganlah anda tanggung-tanggung dalam menuntut ilmu. Bekerjakeraslah dalam belajar, jika tidak maka bersiaplah menghadapi pahitnya kebodohan.

 

BAGI PARA PROFESIONAL  (PEKERJA DAN PENGUSAHA)

Ingatlah saat anda dahulu pernah kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Apapun yang ada sekarang ini faktanya anda sudah menjatuhkan pilihan pada bidang pekerjaan anda sekarang ini. Syukurilah fakta itu, akuilah kesulitan itu, bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang anda bayangkan. Bahwa anda faktanya tidak bisa memilih pekerjaan sebagaimana yang anda suka, bahwa anda faktanya tidak punya power untuk mengendalikan keadaan dengan sepenuhnya. Mari kita akui semua keadaan itu dengan jiwa yang ikhlas dan kstaria. Jika dalam kenyataannya anda belum bisa mengubah “nasib anda” (itupun jika anda percaya adanya nasib), maka anda masih punya kesempatan untuk mengubah “sikap anda”.  Dengan anda mau mengubah sikap anda dalam hidup ini maka seberapun akan bisa memperbaiki keadaan anda. Keadaan adalah akumulasi dari banyak variabel. Keadaan adalah konsekuensi atas sikap anda, maka jangan ubah keadaan, mulailah dengan mengubah sikap anda terlebih dahulu maka lambat laun keadaan akan turut berubah. Nah mari “jangan tanggung-tanggung” menghadapi kenyataan hidup ini. Cintai pekerjaan anda jika anda ingin dicintai oleh pekerjaan kita. Dekatilah pelanggan anda jika anda tidak ingin dijauhi oleh mereka. Bekerjalah dengan ekstra jika anda ingin pendapatan ekstra. Jangan berharap untuk mendapatkan sesuatu jika anda tidak melakukan sesuatu. Jangan mencari kebahagiaan ditempatmu bekerja jika anda tidak menyenanginya. Jangan menyalahkan siapa-siapa jika anda tidak pernah mau berkaca. Dan “jangan tanggung-tanggung” menghadapi itu semua.

 

Kewajiban manusia adalah berikhtiar, sedangkan hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Hanya Tuhanlah yang bisa melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang. Berloma-lombalah kedalam kebaikan. Bekerjasamalah dengan dan untuk kebaikan. Berlomba-lombalah untuk meminta ampunan Tuhan. Bagimu agamu, bagiku agamaku. Bagimu pekerjaanmu, bagiku pekerjaanku. Bagimu amalanmu, bagiku amalanku. “Janganlah tanggung-tanggung” ketika berserah diri pada Sang Maha Pencipta. “Janganlah tanggung-tanggung” ketika datang amanah yang mulia pada kita. “Janganlah tanggung-tanggung” ketika melakukan pekerjaan yang kita punya. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Salam damai Indonesia tercinta. Terimakasih

 

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

 

Kantor Pusat DMI PRIMAGAMA :

GRAHA POGUNG LOR  No : 2, 3, 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :  (0274) 625 168

 

Layanan Konsultasi Psikologi (Hanya bagi yang sudah ikut Tes Bakat Deteksi DMI):

 

Contact Person :

  • Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
  • Isworo Gunarsih  HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
  • Eko Yulianto HP : 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
  • Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
  • Bambang Hastobroto HP : 081 2269 3277 (Keuangan)

 

Info Lebih Detail Lihat : www.dmiprimagama.com & https://dmiprimagamapusat.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: