Multiple Intelligence – Howard Gardner

Howard Gardner adalah seorang Guru Besar yang menggagas tentang teori Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk). Teori tersebut mencoba memperbaiki pandangan umum di dunia psikologi dan dunia pendidikan yang mengatakan bahwa semua anak adalah sama, sehingga semua anak harus dididik dengan cara yang sama, mata pelajaran yang sama dan harus memiliki cita-cita yang sama. Semua serba seragam itulah nuansa pembelajaran Mono Intelligence. Sebaliknya Howard Gardner melihat bahwa setiap anak adalah unik, karena uniknya itulah maka setiap anak (setiap orang) itu berbeda, karena berbeda itulah maka sebaiknya pendidikan dan pelatihan yang (efektif) diberikan pun harus berbeda-beda pula. Dengan demikian bidang keahlian dan bidang ketrampilannya pun berbeda-beda dan itu adalah fakta. Howard Gardner berpendapat bahwa setiap anak adalah cerdas pada bidangnya masing-masing, dan tidak ada anak yang cerdas pada semua bidang.

Ada delapan kecerdasan yang dimaksudkan oleh Howard Gardner :

  1. Kecerdasan Bahasa (word smart)
  2. Kecerdasan Logika matematika (logic smart)
  3. Kecerdasan Intrapersonal (self smart)
  4. Kecerdasan Interpersonal (people smart)
  5. Kecerdasan Visual spasial (picture smart)
  6. Kecerdasan Gerak badan (body smart)
  7. Kecerdasan Musik (music smart)
  8. Kecerdasan Naturalis (nature smart)
  9. (Kecerdasan Eksistensial)

Semua orang memiliki kedelapan kecerdasan tersebut, hanya yang menonjollah yang berbeda-beda, itulah mengapa tidak semua orang suka matematika, tidak semua orang pandai matematika. Tidak semua orang suka dan bisa bermain musik, dst. Tetapi dalam waktu yang bersamaan tidak suka dibidang tertentu pasti suka pada bidang lainnya.

Nah pertanyaannya bagaimana cara kita mengetahui kesukaan atau potensi diri kita yang paling menonjol ?

Ada tiga cara ilmu pengetahuan untuk mengenali potensi diri setiap orang :

  1. Cara Eksplorasi : Semua bidang diuji-cobakan terlebih dahulu. Semua harus dialaminya sehingga membutuhkan waktu, biaya dan tenaga ynag tidaklah sedikit, dan sangat lama. Trial and error.
  2. Cara Observasi : Menggunakan observasi ilmiah versi ilmu psikologi dengan alat psikotest yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah ditentukan oleh disiplin ilmu psikologi itu sendiri. Kemudian di beri skoring tertentu pula menggunakan teknik psikometri tertentu. Hasil tes nya bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi psikologis orang yang dites pada saat dites.
  3. Cara Deteksi : Menggunakan tes teknologi terkini melalui media sidik jari. Sidik jari setiap orang berbeda dan unik tidak ada yang sama. Paradigma tersebut sama dengan cara pandang Howard Gardner melihat potensi seseorang “serba berbeda'” (multiple intelligence).

Pertanyaan mendasar :

  1. Apakah anda akan memilih model pembelajaran (dalam hal mendidik dan melatih seseorang) yang Mono Inteligence atau yang Multiple Intelligence ? Apa alasannya ? Ini sangat penting, karena sangat mennetukan model yang mana yang akan kita berikan pada anak dan cucu (pasca generasi) kita kelak.
  2. Setelah kita memilihnya, maka bagaimana langkah selanjutnya untuk mengetahui potensi sejati / alami dari masing-masing anak-anak kita ? Karena mengerti teori Mono Intelligence atau Multiple Intelligence saja tidaklah cukup jika tidak diikuti praktek (langkah) yang mendarat / aplikatif.  itulah pentingnya kita para orangtua dan para pendidik untuk mengetahui bakat para siswanya / putra-putrinya.

Silahkan anda memilih :

  1. Paradigma pembelajaran / kecerdasan yang mana ? Apakah Mono Intelligence atau Multiple Intelligence ?
  2. Cara kenal bakat dengan metoda yanga mana ?  Apakah Eksplorasi, Observasi atau Deteksi ?

Setiap orang punya alasan dan keyakinan yang berbeda-beda, dan kita bebas untuk memilihnya dengan penuh rasa tanggungjawab bahwa setiap orangtua dan para pendidik harus bisa memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Pertimbangkanlah dengan cara cerdas yang arif dan bijaksana, jika salah dalam memilih maka berakibat pada rendahnya kualitas generasi anak bangsa yang akan datang.

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu. Jaya dan damailah negeriku Indonesia.

Hormat kami,

Teguh Sunaryo

HP : 085 643 383838

Motivator Nasional, Praktisi Pendidikan, Pemandu Orang Berbakat Indonesia, Direktur PT. DMI Indonesia, Staff Ahli Direktur Utama Bimbel Primagama Indonesia.

————————————————————————————

Catatan :

  1. Yang menemukan Tes Sidik Jari (Fingerprint Test) bukan Howard Gardner, beliau adalah penggagas pertama teori Multiple Intelligence yang masih (harus) dilengkapi dengan praktek cara mengetahui potensi kecerdasan setiap orang yang dimaksudkan dalam teorinya tersebut.
  2. Tes Bakat Sidik Jari yang legal dan yang pertama terdaftar di Hak Cipta pada Kementerian Hukum dan HAM RI adalah DMI Primagama. Info lebih detail ada di : www.dmiprimagama.com  dan di  : https://dmiprimagamapusat.wordpress.com (Full Artikel)

————————————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: