Lima Prinsip Deteksi Bakat Sidikjari DMI

Oleh Teguh Sunaryo

(Direktur Lembaga Deteksi Bakat Sidikjari DMI)

……………………………………………………………………………………………………………….

Ada lima prinsip yang perlu dipahami oleh para testee (peserta tes DMI) sebelum membaca Hasil Deteksi Bakat Sidikjari DMI yang ada dalam Buku Assessment Report DMI:

  1. Developing no change: Bakat yang telah ada dan telah diketahui adalah untuk dikembangkan, bukan untuk diubah. Setiap perubahan bisa ke arah positif (tumbuh-kembang) namun juga bisa menjadi negative (tidak tumbuh dan tidak berkemabng). Namun jika berkembang – dan itu berdasarkan bakat unggulnya – maka seseorang akan menuju kepada perubahan yang lebih positif. Setiap perubahan belum tentu berkembang, sedangkan setiap perkembangan pastilah mengalami perubahan, dan perubahan tersebut menuju ke arah yang lebih baik dan lebih berdaya guna.
  2. Convergen no divergen: Fokuslah pada bakat, sedangkan minat sewajarnya menyesuaikan pada bakat. Bakat merupakan potensi inherent yang dibawa oleh seseorang sejak dilahirkan. Sedangkan minat merupakan pengaruh lingkungan dan kebiasaan dari seseorang yang mudah muncul dan mudah pula hilang (bosan) berdasarkan hal yang sedang trend di masyarakat. Jika seseorang fokus pada bakat kuatnya maka ia akan hidup lebih efektif, efisien dan produktif.
  3. Strength Approach no defisite Approach: Utamakanlah bakat yang lebih kuat (unggul), karena bakat yang lemah akan mengikuti laju perkembangan bakat yang kuat. Mengembangkan bakat yang lebih kuat akan lebih mudah dilakukan daripada mengembangkan bakat yang lemah. Tuluslah menerima kelemahan sekaligus bangga mengembangkan bakat yang kuat. Setiap pribadi pasti punya kelemahan sekaligus kekuatan. Banyak orang gagal memiliki keahlian dan kompetensi, atau bahkan gagal sukses karena sibuk dengan kelemahannya dan lupa terhadap bakat kuat yang telah dimilikinya.
  4. Optimist no pessimist: Bangga terhadap bakat kuat akan menimbulkan rasa optimisme baru. Rasa optimis yang ada jika dipadukan dengan bakat yang kuat maka akan menimbulkan prestasi maksimal yang diharapkan. Optimisme dapat muncul karena tumbuhnya minat yang selaras dengan bakatnya. Dan minat yang positif adalah yang sesuai dengan bakat kuatnya yang diikuti dengan rasa optimisme. Orang yang optimis akan gembira mendapatkan penugasan-penugasan dalam melaksanakan pekerjaannya.
  5. Proportional no balance: Bakat unggul dan kelompok usia (Golden-age; Midle-age; Adult-age) yang berbeda antar satu orang dengan orang lainnya, akan menuntut penanganan dan perlakuan yang berbeda pula (proportional). Setiap pribadi adalah unik (individual differences) itulah pentingnya seseorang ditempatkan sesuai dengan keunikan bakat dan minatnya (the right man on the right place). Sukses adalah kombinasi optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Dan puncak sukses adalah menjadi yang terbaik (maksimal) pada bidangnya (spesialisasi) dan bermanfaat (added value) bagi diri sendiri dan orang lain disekitarnya (di keluarga, di masyarakat, di tempat bekerja).

Semoga kita dan generasi yang akan datang dapat lebih berkembang berdasarkan bakat dan minatnya masing-masing. Jadilah dirimu sendiri (be your self) yang memiliki keunggulan bersaing positif yang berbeda dari yang lainnya (competitive advantage).
…………………………………………………………….

Dipersembahkan oleh:

Manajemen PT. DMI Indonesia

GRAHA POGUNG LOR, NO. 2 – 4, LT. 1;

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta
Telp : (0274) 625 168 ; 530 6600 ; 530 6601
Fax : (0274) 530 6602

…………………………………………………………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: